Penjualan Perdana IGP Pomalaa, PT Vale Perkuat Rantai Pasok Nikel Global
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Senin, 02 Maret 2026
0 dilihat
Jajaran manajemen PT Vale Indonesia Tbk menekan tombol simbolis dimulainya penjualan perdana bijih nikel Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kolaka, Jumat (28/2/2026). Foto: Ist.
" PT Vale Indonesia Tbk mencatat penjualan perdana bijih nikel dari proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa pada 1 Maret 2026 "

KOLAKA, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia Tbk mencatat penjualan perdana bijih nikel dari proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa pada 1 Maret 2026.
Capaian ini menandai transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.
Penjualan perdana tersebut menjadi fase penting dalam proses pengurangan risiko proyek (project de-risking), validasi kesiapan sistem produksi, serta penguatan fondasi pertumbuhan jangka panjang perseroan.
IGP Pomalaa merupakan bagian dari agenda hilirisasi nasional untuk meningkatkan nilai tambah industri nikel melalui integrasi pertambangan dan pengolahan.
Baca Juga: Tiga Kadis Ditahan Gegara Korupsi, Bupati Muna Sentil Pejabat dan Tegaskan Ikut Aturan
Proyek terintegrasi ini memiliki nilai investasi sekitar Rp 74,44 triliun atau setara US$4,43 miliar.
Direktur dan Chief Project Officer PT Vale, Muhammad Asril, mengatakan aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1 menjadi kunci menjaga ritme produksi dan distribusi material.
Peresmian area oresell di Pit PB5 dan PB1 merupakan langkah strategis untuk menjaga ritme produksi dan memastikan distribusi material berjalan optimal.
"Dengan dukungan infrastruktur yang terus kami percepat, kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan,” ujar Asril, melalui keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Senin (2/3/2026).
Kedua pit tersebut memiliki kapasitas penampungan hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit.
Kapasitas ini memberikan fleksibilitas inventori dan menjamin keberlanjutan pasokan menuju fasilitas pengolahan di Pomalaa.
Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan produksi 300.000 ton limonit per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari.
Strategi peningkatan produksi dilakukan bertahap untuk menjaga stabilitas operasional dan memastikan suplai tetap konsisten di tengah dinamika pasar komoditas.
Dari sisi pembangunan, progres konstruksi proyek hingga Januari 2026 telah mencapai 65,76 persen.
Baca Juga: Pasar Mekongga Disulap Modern, PT Vale Kucurkan Rp 200 Miliar di HUT ke-66 Kolaka
Sementara pembangunan Main Haul Road (MHR) menuju stockpile telah menyentuh 40 persen. Jalur ini menjadi penopang distribusi material dari tambang ke fasilitas pengolahan dan pelabuhan.
Nikel merupakan komponen utama dalam baterai lithium-ion, khususnya untuk katoda berkadar nikel tinggi yang digunakan pada kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.
Seiring percepatan transisi energi global, kebutuhan terhadap komoditas ini diproyeksikan terus meningkat.
Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale menyatakan komitmennya mendorong industri nikel yang terintegrasi, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam ekosistem energi bersih global. (D-Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS