Joe Biden Positif COVID-19, Pernah Derita Kanker

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Jumat, 22 Juli 2022  /  9:13 am

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dinyatakan positif COVID-19. Sebelum ia juga sempat mengungkapkan bahwa pernah menderita kanker. Foto: Repro Shutterstock

NEW YORK, TELISIK.ID - Presiden AS Joe Biden positif COVID-19 pada Kamis (21/7/2022). Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengonfirmasi hal tersebut dan mengatakan, Joe Biden mengalami gejala ringan.

"Pagi ini, Presiden Biden dikonfirmasi positif COVID-19. Dia sudah mendapatkan dosis vaksin dan dua kali booster. Presiden mengalami gejala ringan," kata Karine Jean-Pierre.

Dalam keterangan resmi tersebut, Jean-Pierre juga mengungkapkan, Joe Biden mulai menggunakan Paxlovid yang merupakan obat antivirus Pfizer.

Kondisi tersebut menjadi kali pertama bagi Joe Biden positif Covid. Ia sebelumnya dipastikan negatif ketika menjalani tes pada Selasa lalu.

"Dengan tetap konsisten mengikuti pedoman CDC, presiden akan isolasi di Gedung Putih dan akan terus menjalankan tugas sepenuhnya," kata Jean-Pierre dilansir dari CNNIndonesia.com.

Baca Juga: 6 Ambulans Teraneh di Dunia, Nomor 6 Mengejutkan

"Dia juga sudah menghubungi anggota staf Gedung Putih melalui telepon pagi ini, dan akan berpartisipasi dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung di Gedung Putih hari ini melalui saluran telepon dan Zoom dari kediamannya."

Sebelumnya dilansir dari Suara.com jaringan Telisik.id, Biden juga sempat mengatakan bahwa dirinya menderita kanker ketika sedang berpidato tentang pemanasan global.

Emisi dari kilang minyak di dekat rumah masa kecilnya di Claymont, Delaware. dinilai menjadi salah satu faktor kankernya.

"Itulah mengapa saya dan banyak orang lain yang tumbuh bersama saya menderita kanker dan mengapa untuk waktu lama Delaware memiliki tingkat kanker tertinggi di negara ini," kata Biden

Baca Juga: 5 Orang dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Sampai Rp 8 Triliun Sebulan

Namun, tak berapa lama kemudian ia meminta kantor pers Gedung Putih untuk mengklarifikasi bahwa kanker yang disinggungnya mengacu pada kondisi kesehatan yang dialaminya sebelum menjabat tahun lalu.

Juru bicara Gedung Putih Andrew Bates mengatakan bahwa sang presiden pernah menderita kanker kulit non-melanoma sebelum menjabat.

Kanker kulit memang sangat umum, terutama di antara orang lanjut usia (lansia) yang tidak menggunakan tabir surya di masa muda. Namun, kondisi ini umumnya tidak mengancam jiwa. (C)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali