Kasus COVID-19 Melonjak karena Warga yang Dirapid Test Meningkat

Siswanto Azis

Reporter

Jumat, 19 Juni 2020  /  10:28 am

Jubir Satgas COVID-19 Sultra, dr. La Ode Wayong Rabiul Awal. Foto: Siswanto Azis/Telisik

KENDARI,TELISIK.ID - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara, dr La Ode Wayong Rabiul Awal, mengatakan, lonjakan kasus positif COVID-19 beberapa hari terakhir ini karena jumlah warga yang dirapid test meningkat.

"Jumlah kasus positifnya terlihat lebih besar karena jumlah pemeriksaan meningkat, angka positivity rate-nya akan sama," kata dr. Wayong.

Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Tenggara, terdapat pertambahan  34 kasus positif terpapar virus COVID-19 per hari Jumat (19/6/2020).

dr. Wayong meminta agar masyarakat tak berpatok pada angka kasus positif yang setiap hari diumumkan pemerintah. Menurutnya, masyarakat juga harus melihat angka pemeriksaan perhari.

Baca juga: Jadi Sorotan Dunia, Prajurit TNI Hadang Tank Israel

Ia menyebut, pemerintah sebelumnya menargetkan pemeriksaan sebanyak 10 ribu spesimen perhari. Setelah target tersebut terlampaui, kini pemeriksaan dilakukan sebanyak 20 ribu spesimen perhari.

Menurut dr. Wayong, meskipun terjadi lonjakan pertambahan kasus harian jika dibandingkan dengan jumlah pengujian perharinya, angka positivity rate tak menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Hingga hari ini, Jumat 19 Juni 2020, total komulatif kasus positif COVID-19 di Sultra mencapai 325 kasus. Dari jumlah itu, 203 orang sembuh dan 5 orang lainnya meninggal dunia.

Reporter: Siswanto Azis

Editor: Haerani Hambali