Kerap Dapat Pelanggan Nakal, PSK Cantik Ini Sewa Apartemen hingga Pakai Jasa Pengawal Pribadi

Ahmad Jaelani

Reporter

Minggu, 29 Maret 2026  /  9:40 am

Ilustrasi, PSK online mengaku kerap menghadapi pelanggan nakal, gunakan jasa pengawal pribadi. Foto: Repro Pinterest

JAKARTA, TELISIK.ID - Di balik aktivitas yang berjalan diam-diam, praktik PSK online ternyata tidak lepas dari berbagai risiko di lapangan. Salah satunya datang dari pelanggan yang kerap melanggar kesepakatan, sehingga membuat para pelaku harus mencari cara agar tetap aman saat bekerja.

Hal ini diceritakan oleh Tantri (25), seorang PSK online yang beroperasi di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Ia mengaku dalam satu malam bisa melayani enam hingga tujuh pelanggan yang datang ke apartemen tempatnya bekerja bersama rekan-rekannya.

Menurut Tantri, apartemen dipilih bukan tanpa alasan. Selain lebih fleksibel, tempat tersebut juga dianggap lebih efisien untuk operasional dibandingkan hotel, terutama karena mereka membutuhkan lebih dari satu ruangan dalam menjalankan aktivitasnya.

Baca Juga: 2 PSK Cantik Ngaku Tak Sadar Digerebek Polisi saat Main dengan Pelanggan di Hotel, Pasang Tarif MiChat hingga Rp 400 Ribu

Namun, yang paling disorot adalah soal keamanan. Tantri mengaku kerap menghadapi pelanggan nakal, terutama yang tidak mau membayar sesuai kesepakatan awal. Untuk mengantisipasi hal itu, ia dan rekannya menggunakan jasa pengawal pribadi yang biasa disebut joki.

"Mereka ini bukan muncikari atau germo. Joki ini dibayar Rp 50.000-Rp 150.000 tergantung besaran tarif yang disepakati," kata Tantri, seperti dikutip dari iNews, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, joki biasanya terdiri dari satu hingga dua orang yang berjaga di sekitar lokasi. Tugas mereka bukan hanya mengamankan situasi, tetapi juga membantu komunikasi dengan pelanggan, termasuk melalui pesan singkat sebelum transaksi terjadi.

Peran joki menjadi penting saat muncul masalah di lapangan. Ketika ada pelanggan yang mencoba menghindari pembayaran, joki akan turun tangan untuk memastikan kesepakatan tetap dijalankan.

"Mereka bisa chatting kami dan juga menjaga kami," ucapnya.

Cerita serupa juga disampaikan Amel (23), yang merupakan rekan kerja Tantri. Ia mengaku merasa lebih tenang saat melayani pelanggan karena ada pengawasan dari pengawal yang selalu siaga di sekitar lokasi.

“Kan kita kalau begini nggak mungkin sendiri. Biasanya ada satu atau dua laki yang jagain kita dan wanitanya lebih dari satu," ujarnya.

Baca Juga: Jalan Hidayah PSK Tinggalkan Dunia Prostitusi usai Dapat Tamu Sosok Ulama Ini

Dari sisi biaya, Amel menyebut apartemen jauh lebih menguntungkan dibandingkan hotel. Ia mencontohkan, tarif hotel yang minimal Rp 250.000 untuk satu kamar dinilai kurang efisien, apalagi mereka membutuhkan dua ruangan sekaligus.

Dengan biaya yang relatif sama, mereka bisa mendapatkan unit apartemen dengan dua kamar yang bisa digunakan sekaligus, baik untuk melayani pelanggan maupun sebagai tempat istirahat atau base camp.

Selain itu, penggunaan apartemen juga dianggap lebih aman dari risiko penertiban. Ia menyebut, potensi razia di hotel dinilai lebih tinggi dibandingkan apartemen yang aksesnya lebih terbatas.

"Belum lagi kalau hotel, kami bisa kena risiko digerebek," kata Amel. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS