Ketua KPK Firli Bahuri Cerita Ketemu SYL Usai Ramai Diberitakan, Eks Mentan dan Menantu Diperiksa Bareskrim Polri

Mustaqim

Reporter

Selasa, 31 Oktober 2023  /  4:59 pm

Syahrul Yasin Limpo memasuki ruang penyidik di Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK terhadap dirinya, Selasa (31/10/2023). Foto: Antara

JAKARTA, TELISIK.ID - Mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), mendatangi Bareskrim Polri pada Selasa (31/10/2023) siang. Dia datang untuk memenuhi panggilan penyidik terkait kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dirinya.

SYL datang dengan tangan terborgol. Dia yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK mengenakan kemeja putih dibalut rompi berwarna oranye bertuliskan tahanan di bagian belakangnya.  

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu juga terlihat membawa map biru. SYL yang baru tiba menghindar dari pertanyaan wartawan terkait pertemuannya dengan Ketua KPK, Firli Bahuri, di sebuah rumah di Jalan Kertanegara No 46, Jakarta Selatan.    

“Aku lagi mau diperiksa ya,” kata SYL sambil berlalu menuju ruang penyidik Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta.

Baca Juga: SYL Akui Pernah juga Bertemu Firli Bahuri di Rumah Kertanegara, Alex Sebut Pengaduan Korupsi Kementan Sejak 2020

Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Muhammad Hatta, juga dilakukan pemeriksaan hari ini oleh Bareskrim Polri. Hatta datang menggunakan mobil yang berbeda dengan SYL. Dia tampak menggunakan mobil penyidik KPK berwarna putih. Hatta hanya tersenyum saat menemui media dan tangannya juga diborgol.

Tidak cuma SYL dan Hatta, penyidik gabungan Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri juga memanggil Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar. Irwan adalah menantu dari SYL.

“(Pemeriksaan juga dilakukan terhadap) Kombes IA,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, saat ditanya pihak lain yang ikut diperiksa.

Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Kombes Arief Adiharsa, menjelaskan, alasan pemeriksaan SYL di Bareskrim Polri adalah hanya memfasilitasi penyidik Polda Metro Jaya. Bareskrim memfasilitasi dari sisi gedung dan ruangan pemeriksaan agar jalannya pemeriksaan terhadap saksi dapat berjalan baik.

“Kami memfasilitasi keperluan penyidik PMJ (Polda Metro Jaya) terkait alasan teknis, kesiapan ruangan dan lain-lain,” jelas Arief.

Firli sebelumnya juga telah diperiksa sebagai saksi pada Selasa (24/10/2024) pekan lalu. Dia diperiksa selama kurang lebih 10 jam oleh penyidik gabungan di Bareskrim Polri.

Kuasa hukum SYL, Djamaludin Koedoeboen, membenarkan perihal kliennya akan diperiksa oleh penyidik di Bareskrim dalam kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK.

“Pemanggilan dilakukan oleh penyidik Bareskrim Polri dan informasi sebelumnya diagendakan pada pukul 14:00 WIB,” katanya.

Djamaluddin mengatakan, pemeriksaan SYL di Bareskrim bukan atas permohonan kliennya, namun atas pertimbangan dari penyidik Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

“Bukan domain kami kenapa di Bareskrim Polri, pertimbangan dari Polda Metro Jaya, mungkin juga Bareskrim. Jadi, bukan dari klien kami,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan ini, Djamaluddin memastikan SYL akan didampingi oleh tim pengacara dan siap bersikap kooperatif dalam memberikan keterangan.

Sementara itu, ada hal menarik dari hasil pemeriksaan para pimpinan KPK oleh Dewan Pengawas (Dewas). Jajaran pimpinan KPK yang sudah diperiksa mengaku pada Dewas bahwa Firli baru menceritakan pertemuannya dengan SYL setelah ramai diberitakan oleh media.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kedapatan baru menceritakan pertemuannya dengan Syahrul Yasin Limpo (ketika itu masih menjabat Mentan) ke para pimpinan KPK, setelah lebih dahulu ramai di pemberitaan.

“Oh cerita dia (Firli) setelah ramai-ramai (pertemuan dengan SYL) itu (diberitakan), cerita (ke pimpinan lain),” ungkap anggota Dewas KPK, Harjono, dalam keterangannya kepada wartawan.

Baca Juga: Dewas Periksa Seluruh Pimpinan KPK, Firli Bahuri Minta Penjadwalan 8 November

Firli, kata Harjono, hanya sebatas mengakui adanya pertemuan itu ke pimpinan KPK lain, namun tidak menceritakan detail apa saja yang kemudian dibahas dalam pertemuannya dengan SYL.

“Enggak tahu, karena (Firli) hanya (cerita) saya ketemu ini (SYL), itu saja. Apa yang dibicarakan kita (Dewas KPK) enggak tahu, beliau (pimpinan lain) juga enggak tahu,” tutur mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini.

Dewas KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat pegawai Kementan terkait kasus dugaan pelanggaran etik pertemuan Firli dengan SYL pada Selasa ini.

“Dijadwalkan (pemeriksaan) pihak dari Kementan empat orang,” ujar anggota Dewas KPK, Albertina Ho, tanpa bersedia menyebutkan identitas empat pegawai Kementan yang dimaksudnya. (A)

Laporan: Mustaqim

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS