Kisah Sepasang Suami Istri Pemulung, Bahagia Meski Tak Kaya

Apriliana Suriyanti

Reporter

Kamis, 07 Oktober 2021  /  2:35 pm

Daeng Tuba dan istri, pasangan lansia pemulung, sedang beristirahat di pinggir Jalan Malaka, di kawasan Citraland Kota Kendari. Foto: Apriliana Suriyanti/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID – Bahagia itu sederhana. Yang penting bisa hidup bersama orang-orang yang kita cinta. Tak perlu bergelimangan harta, cukup rezeki yang diusahakan bersama. Terkadang, hal-hal tersebut lebih istimewa dan membahagiakan.

Itulah yang dirasakan oleh sepasang suami istri pemulung ini. Saat ditemui Rabu (6/10/2021) di pinggir Jalan Malaka, di kawasan Citraland Kota Kendari, keduanya yang sudah lansia, tampak tanpa beban.

Daeng Tuba, sang kepala rumah tangga, mengaku telah menikah sebanyak 8 kali sepanjang perjalanan hidupnya. Pernikahannya yang terakhir bersama sang istri terjadi tiga tahun silam.

Mereka berdua datang dari daerah yang berbeda. Daeng Tuba berasal dari Sulawesi Selatan, sedang sang istri berasal dari Jawa. Namun keduanya sudah lama pindah ke Sulawesi Tenggara, bahkan ketika Kota Kendari belum seberkembang saat ini.

“Saya datang ke Kendari tahun 1970. Belum begini Kendari. Masih sedikit orang. Saya datang merantau,” ungkap Daeng Tuba.

Sama halnya dengan istri Daeng yang menginjakkan kaki ke Sulawesi Tenggara 11 tahun kemudian setelah sang suami.

“Kalau saya tahun 1981. Ini Kendari masih seperti hutan. Jalanannya masih kecil dan berbatu, masih rawan kejahatan, tapi Alhamdulillah tidak pernah ketemu orang-orang jahat,” tambah sang istri.

Dalam hubungan pernikahan Daeng Tuba dan istri, mereka tidak memiliki keturunan. Masing-masing telah memiliki anak dari hubungan yang sebelumnya. Istri Daeng menuturkan, anak-anaknya sudah berkeluarga, sehingga tinggallah dirinya yang kini ditemani oleh Daeng.

“Saya punya dua anak, sudah berkeluarga, jadi di rumah tinggal saya sama bapak,” tuturnya.

Daeng kemudian mengisahkan, penyebab dirinya menikah hingga 8 kali, dikarenakan ia merasa tidak mendapat perlakuan yang layak dari istri-istri sebelumnya.

Baca Juga: Mengharukan, 6 Bersaudara Masih di Bawah Umur Ini Ternyata Yatim Piatu, Bertahan Hidup dengan Memancing Ikan

Baca Juga: Demi Keluarga, Pria Ini Bertahan 20 Tahun Berjualan Keripik Singkong

“Laki-laki itu yang penting ada yang memasakkan, dicucikan bajunya, jangan cuma uangnya saja yang disuka baru tidak dilayani suaminya,” katanya.

Setelah berkali-kali kisah cinta Daeng Tuba harus tandas, ia akhirnya bertemu dengan wanita yang kini ia sebut sebagai istri. Daeng juga bertekad untuk menghabiskan masa senjanya bersama sang istri tercinta.

Tiga tahun bersama memang belum lama. Di tahun kedua pernikahannya, mereka memutuskan untuk memulung bersama. Pendapatan mereka tidak seberapa, namun cukup untuk keperluan hidup berdua.

“Paling banyak Rp 500.000 didapat per bulan dari hasil menimbang. Ya walau cuma segitu tetap dijalani dan harus disyukuri. Hidup seadanya sajalah, yang penting tidak membohongi, tidak mencuri dan tidak mengutang. Itu sudah bikin hidup nyaman dan bahagia,” jelas sang istri. (B)

Reporter: Apriliana Suriyanti

Editor: Haerani Hambali