adplus-dvertising

Mengharukan, 6 Bersaudara Masih di Bawah Umur Ini Ternyata Yatim Piatu, Bertahan Hidup dengan Memancing Ikan

Hir Abrianto, telisik indonesia
Sabtu, 02 Oktober 2021
30662 dilihat
Mengharukan, 6 Bersaudara Masih di Bawah Umur Ini Ternyata Yatim Piatu, Bertahan Hidup dengan Memancing Ikan
6 anak yatim piatu di depan rumah mereka di Pulau Sagori. Foto: Lurah Sikeli

" Keluarga kecil, 6 bersaudara, semuanya masih di bawah umur, bertahan hidup di gubuk peninggalan kedua orang tuanya. "

BOMBANA, TELISIK.ID - Tak ada orang yang ingin terlahir sebagai orang yang serba kekurangan. Tapi pilihan itu ada pada Allah SWT.

Allah sudah mencatat di lauhul mahfudz takdir baik dan takdir buruk setiap orang, bahkan sebelum orang itu terlahir di dunia. Dan kita tidak punya pilihan kecuali menjalaninya.

Di Pulau Sagori, Kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana, tempat sebagian warga Kelurahan Sikeli bermukin, terdapat keluarga mungil yang kesehariannya menyita perhatian.


Keluarga kecil, 6 bersaudara, semuanya masih di bawah umur, bertahan hidup di gubuk peninggalan kedua orang tuanya.

 

6 yatim piatu di Pulau Sagori saat menerima bantuan dari Pemda Bombana. Foto: Lurah Sikeli

Mereka adalah Arjun, Rafli, Cinta, Kefin, Novi dan Rindu. Lahir dari pasangan almarhum Pajjing yang meninggal dunia pada bulan Juni 2021 lalu. Sedangkan mendiang istrinya bernama Intang telah lebih dulu berpulang bulan April 2020.

Menurut Lurah Sikeli, Khairil, dari 6 bersaudara itu, anak sulung masih duduk di bangku SMP umurnya baru 16 tahun, sementara yang paling bungsu masih berusia 4 tahun.

"Yang tertua itu berusia 16 tahun dan bungsu kelahiran tahun 2017 lalu atau 4 tahun," ucap Khairil kepada Telisik.id.

Baca juga: Demi Keluarga, Pria Ini Bertahan 20 Tahun Berjualan Keripik Singkong

Baca juga: Kisah Perjuangan Karim dan Sindi, Pasangan Suami Istri Penyandang Tunanetra

Kata Khairil, untuk menghidupi adik-adiknya, kakaknya yang sudah bisa melaut mengandalkan hasil pancingan ikan di sekitar Pulau Sagori.

Sementara untuk nasi, mereka mengandalkan pemberian warga setempat.

"Setelah kami telusuri, kalau siang mereka memancing untuk bertahan hidup. Sementara beras mengandalkan pemberian tetangganya yang dimasak jadi bubur," lanjut Khairil yang baru beberapa bulan menjabat sebagai lurah.

Saat ini, keluarga kecil yang hidup tanpa ayah dan ibu ini telah mendapatkan bantuan meski terbatas dari berbagai pihak. Di antaranya dari pemerintah kelurahan, Dinas Sosial berupa sembako, bahkan rencananya bakal dibangunkan tempat tinggal yang layak melalui usulan Lurah Sikeli kepada Pemkab Bombana.

"Kami sudah susunkan proposalnya pembangunan rumah bagi mereka untuk diusulkan di Pemda," tutupnya.

Bagi pembaca setia Telisik.id yang ingin meringankan beban anak-anak yatim piatu ini, bisa mentransfer bantuan dana melalui layanan TELISIK CARE di nomor rekening 019201037683535 (BRI) An. Telisik Care dan melakukan konfirmasi ke nomor telepon 081244643075 (Ana Pratiwi), redaksi Telisik.id.

Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Sebaliknya, bersedekahlah untuk membuka pintu rezeki. (C)

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga