adplus-dvertising

Demi Keluarga, Pria Ini Bertahan 20 Tahun Berjualan Keripik Singkong

Wa Ode Umratul Khazanah, telisik indonesia
Jumat, 01 Oktober 2021
866 dilihat
Demi Keluarga, Pria Ini Bertahan 20 Tahun Berjualan Keripik Singkong
Apsuri, penjual keripik singkong keliling. Foto: Umratul Khazanah/Telisik

" Aspuri berjuang untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah untuk membiayai kehidupan keluarganya. Dia bahkan tak gengsi dengan pekerjaanya, berkeliling menjajakan keripik di pinggir jalan "

KENDARI, TELISIK.ID - Rezeki itu datangnya dari arah yang tidak disangka. Datang dari mana saja. Rezeki juga tidak melulu soal uang, kemudahan dalam segala urusan itu juga adalah rezeki.

Hal inilah yang diyakini Apsuri, pria asal Bondowoso, Jawa Timur. Pria ini mengkau hijrah ke Kendari sejak tahun 1970, mengikuti kedua orang tuanya dalam program transmigrasi.

Pria kelahiran 1964 ini, sehari-hari bekerja sebagai penjual keripik singkong dengan berkeliling di Kota Kendari. Pekerjaan ini ia lakoni, sejak tahun 1980 hingga saat ini.


Aspuri berjuang untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah untuk membiayai kehidupan keluarganya. Dia bahkan tak gengsi dengan pekerjaanya, berkeliling menjajakan keripik di pinggir jalan.

"Kalau cari rezeki itu harus semangat, nggak boleh malas-malas, apalagi gengsi," katanya kepada Telisik.id, Jumat (1/10/2021).

Saat ini, ia tinggal bersama isterinya dan dua orang anak di sebuah rumah sederhana di Kecamatan Abelisawah, Kota Kendari.

Setiap hari, Aspuri harus bangun lebih awal, menempuh perjalanan berkilo-kilo meter untuk membeli bahan-bahan yang akan ia gunakan membuat keripik singkong.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Karim dan Sindi, Pasangan Suami Istri Penyandang Tunanetra

Baca Juga: Tak Ingin Harap Iba, Nenek Ini Rela Jualan Sayur hingga Malam

Ia akan berkeliling menjajakan keripik, mulai dari pukul 14.00-18.00 Wita. Dalam sehari, ia mengaku biasa memperoleh keuntungan Rp 100.000 - Rp 200.000.

Meski begitu, dengan inilah ia akhirnya mampu membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.

"Rezeki datangnya bukan cuma dari sini (pekerjaan), rezeki datang dari mana mana saja. Yang penting kita banyak doa dan jangan pelit, rajin rajin sedekah," tambahnya. (C)

Reporter: Umratul Khazanah

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga