Koalisi Permanen Prabowo Disebut Cegah Gibran Maju Pilpres 2029, Golkar dan PSI Masih Setia ke Raja Jawa?

Ahmad Jaelani

Reporter

Senin, 17 Februari 2025  /  3:43 pm

Prabowo menyerahkan keris ke Jokowi, saat pertemuan para Ketum Partai di Hambalang. Foto: Repro Buserjatim

JAKARTA, TELISIK.ID - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) sebagai koalisi permanen, langkah yang dinilai sebagai strategi politik untuk mengamankan posisinya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Usulan ini disampaikan dalam pertemuan dengan para ketua umum partai anggota KIM di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 14 Februari lalu.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Jenderal Soedirman, Indaru Setyo Nurprojo, menilai bahwa inisiatif Prabowo ini bertujuan untuk mengunci partai-partai pendukung pemerintah agar tetap berada dalam barisannya hingga Pilpres 2029.

Dengan demikian, partai-partai yang tergabung dalam KIM tidak memiliki ruang untuk mengusung atau mendukung calon presiden dari partai lain.

"Itu sebagai upaya untuk mengunci langkah partai di KIM," kata Indaru, seperti dikutip dari suara.com jaringan telisik.id, Senin (17/2/2025).

Baca Juga: Pekerja Kena PHK 2025 Akan Terima 60 Persen Gaji Selama Enam Bulan, Begini Penjelasannya

Langkah ini dianggap sebagai strategi untuk memastikan kesetiaan partai-partai dalam KIM, terutama dengan dihapuskannya ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) oleh Mahkamah Konstitusi pada Januari lalu.

Keputusan tersebut membuka peluang bagi setiap partai politik peserta pemilu untuk mencalonkan presiden tanpa batasan perolehan kursi di parlemen.

Selain itu, Indaru menambahkan bahwa usulan koalisi permanen ini juga berfungsi sebagai alat untuk menguji loyalitas partai-partai anggota KIM.

Dengan melemparkan usulan tersebut, Prabowo dapat mengukur sejauh mana komitmen partai-partai pendukungnya.

"Jadi kalau ada yang tidak sepakat ya sudah nanti pasti akan dibuang pada tahun ketiga atau pada tahun keempat. Dibuangnya itu bisa dengan halus atau kasar seperti lewat kasus-kasus," jelas Indaru.

Situasi ini, menurut Indaru, sengaja diciptakan oleh Prabowo untuk membuat partai-partai dalam KIM berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk meninggalkan koalisi. Dengan demikian, KIM diharapkan tetap solid dalam mendukung Prabowo hingga Pilpres 2029.

Senada dengan Indaru, pakar komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa langkah Prabowo ini bertujuan untuk memastikan kesetiaan partai-partai pendukungnya di pemerintahan.

"Dengan demikian, kalau dia melihat ada partai-partai yang tidak loyal atau kurang setia, nah ini mungkin jadi dasar Prabowo melakukan reshuffle kepada kader partai yang dinilai tidak loyal," kata Jamiluddin.

Menguji Golkar dan PSI?

Jamiluddin berpendapat bahwa partai yang paling terusik dengan permintaan Prabowo ini adalah Golkar dan PSI. Usulan tersebut secara tidak langsung ditujukan kepada kedua partai ini, mengingat keduanya berpotensi menjadi kendaraan bagi Gibran Rakabuming untuk maju pada Pilpres 2029.

PSI dikenal sangat pro terhadap Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi. Apalagi, Ketua Umum PSI adalah putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, yang merupakan adik kandung Gibran.

Sementara itu, Golkar, dengan ketua umumnya Bahlil Lahadalia, juga memiliki kedekatan dengan Jokowi. Perjalanan Bahlil menuju kursi ketua umum Golkar tidak lepas dari peran Jokowi.

Dalam laporan majalah Tempo pada Maret 2024 disebutkan bahwa Jokowi diduga ikut campur tangan dalam menjadikan Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar dengan melengserkan Airlangga Hartarto.

Pada Agustus 2024, Bahlil resmi menjabat sebagai ketua umum. Usai terpilih, Bahlil melontarkan istilah 'Raja Jawa' yang banyak pihak mengaitkannya dengan Jokowi.

"Soalnya Raja Jawa ini kalau kita main-main celaka kita. Saya mau kasih tahu saja, jangan coba-coba main-main barang ini. Waduh ini ngeri-ngeri sedap barang ini, saya kasih tahu," kata Bahlil kala itu.

PSI dan Golkar telah menunjukkan sikap atas usulan Prabowo. Kedua partai tersebut menyatakan akan kembali mendukung Prabowo pada Pilpres 2029.

"Kami dukung Prabowo lagi," kata Sekjen PSI Raja Uli Antoni usai mengikuti acara silaturahmi KIM.

Baca Juga: Jadwal dan Tempat Sidang Isbat Penentuan Satu Ramadan 2025

Hal serupa disampaikan oleh Bahlil usai menghadiri peringatan ulang tahun Gerindra ke-17 di Sentul, Bogor, pada Sabtu (15/2/2025). Dukungan tersebut, katanya, sebagai kado untuk Gerindra.

"Kado spesialnya kami dukung sampai akhir, sampai 2029. Bila perlu lanjut lagi," kata Bahlil.

Menurut Jamiluddin, respons PSI dan Golkar yang mendukung usulan Prabowo ini mungkin sebagai upaya untuk meyakinkan bahwa mereka setia sebagai partai anggota KIM.

"Saya menangkap ini mereka langsung merespon, bisa jadi untuk menutupi. Mereka bisa menangkap ini sudah pancingan dari Prabowo (menguji kesetiaan PSI dan Golkar)," tuturnya.

Indaru menambahkan, dengan menguji kesetiaan partai anggota KIM, setidaknya Prabowo bisa memetakan lawan di Pilpres 2029 sejak dini. Dengan begitu, medan tempur dapat dikuasai dengan lebih mudah. Cara Prabowo ini tak lepas dari latar belakangnya sebagai seorang jenderal TNI.

"Dan ini model, karakter militer. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Fitrah Nugraha

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

TOPICS