Konawe Utara Sulap Dapur Gizi jadi Motor Kesehatan dan Ekonomi Rakyat
Reporter
Minggu, 15 Februari 2026 / 10:04 pm
Pemkab Konut, Safaat, S.Pd., M.Si potong pita sebagai bentuk peresmian dua SPPG. Foto: Pemkab Konut
KONAWE UTARA, TELISIK.ID - Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Awila, Kecamatan Molawe, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan ini menandai dimulainya operasional dua dapur gizi yang disiapkan untuk mendukung pemenuhan nutrisi anak-anak sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Dua dapur SPPG tersebut masing-masing berlokasi di Desa Wanggundu dan Desa Awila. Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati melalui Staf Ahli Safaat, dengan prosesi pengguntingan pita, disaksikan perangkat desa, tenaga kesehatan, guru, serta warga sekitar yang hadir sejak pagi.
Dalam sambutannya, Safaat menjelaskan bahwa pembentukan dapur gizi merupakan bagian dari program strategis nasional pemerintah untuk mempersiapkan generasi yang sehat menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya asupan gizi sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak di daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah nyata pemerintah dalam memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkualitas. Ini adalah investasi besar untuk masa depan bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat telah memulai kebijakan tersebut secara bertahap dan pemerintah kabupaten menyatakan kesiapan untuk mengambil peran aktif. Menurutnya, daerah tidak hanya bertindak sebagai pelaksana teknis, tetapi juga penggerak agar program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin program ini benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, kami akan mengintegrasikan program ini dengan pelayanan kesehatan melalui puskesmas dan posyandu, serta sektor pendidikan di sekolah,” ujarnya.
Baca Juga: Ramadan Dekat Kios Banyak Kosong, Pasar Sentral Wangi-wangi Wakatobi Bakal Ditata Ulang
Integrasi tersebut dirancang agar distribusi makanan bergizi dapat berjalan seiring dengan pemantauan kesehatan anak. Petugas kesehatan akan mencatat perkembangan berat badan dan tinggi badan, sementara sekolah membantu memastikan distribusi makanan tepat sasaran kepada siswa.
Selain fokus pada kesehatan, pemerintah daerah juga menyiapkan skema pelibatan pelaku usaha lokal. Bahan pangan seperti sayur, ikan, telur, dan beras direncanakan dipasok dari petani, nelayan, serta UMKM di wilayah Konawe Utara, sehingga rantai pasok tetap berputar di tingkat lokal.
Safaat menyebut pendekatan ini sebagai upaya menghubungkan program gizi dengan penguatan ekonomi warga. “Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” pungkasnya. (D)
Penulis: Gusti Kahar
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS