Kendari Undercover: Wanita Cantik Ini Ngaku Terpaksa Masuk Aplikasi Rahasia PSK Usai Kontrak Kerja Suami Putus

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 15 Februari 2026
0 dilihat
Kendari Undercover: Wanita Cantik Ini Ngaku Terpaksa Masuk Aplikasi Rahasia PSK Usai Kontrak Kerja Suami Putus
Ilustrasi, seorang perempuan perantau yang Kendari bertahan hidup dengan menawarkan jasa PSK. Foto: Repro Pinterest

" Menjalani hidup di Kota Kendari dengan menawarkan jasa melalui aplikasi tertutup demi memenuhi kebutuhan sehari-hari "

KENDARI, TELISIK.ID - Seorang perempuan perantau berusia 32 tahun menjalani hidup di Kota Kendari dengan menawarkan jasa melalui aplikasi tertutup demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di sebuah kosan sederhana yang berdempetan dengan rumah warga, deretan motor terparkir rapat hingga menyisakan sedikit ruang berjalan.

Bau masakan dari dapur bercampur dengan suara televisi dari kamar sebelah. Suasana seperti ini lazim ditemui di sudut-sudut Kota Kendari, terutama kawasan padat pekerja harian dan pendatang.

Di salah satu kamar itulah, seorang perempuan yang memperkenalkan diri dengan nama samaran Vana, mau membuka tabir hitamnya kepada telisik.id, Jumat (13/2/2026) malam.

Vana berusia 32 tahun. Ia bukan warga asli Kendari, hanya berdomisili untuk bekerja. Logat bicaranya sesekali masih terdengar berbeda dengan warga setempat.

Baca Juga: Mualaf Lokal: Resmi Mualaf, Warga Baruga Kendari Ini Rasakan Ketenangan Hati

Saat ditemui, ia mengenakan daster coklat dan duduk bersandar di dinding kamar yang sempit. Pintu dibiarkan setengah terbuka agar udara masuk. Ia tampak tenang, meski beberapa kali berhenti sebelum menjawab pertanyaan.

Sebelum tinggal di Kendari, Vana mengaku pernah menetap di salah satu wilayah tambang di Sulawesi Tenggara. Kala itu, kawasan tersebut ramai oleh pekerja proyek dan karyawan perusahaan.

Warung makan buka hingga malam, kos-kosan penuh, dan aktivitas ekonomi bergerak cepat. Namun kondisi itu berubah sejak 2020 hingga 2021. Aktivitas tambang berkurang, banyak pekerja pulang, dan lingkungan mendadak sepi.

“Dulu di sana ramai sekali, warung selalu hidup. Setelah tambang kurang, orang-orang pergi semua. Saya ikut susah cari uang,” ucapnya pelan.

Ia kemudian memutuskan pindah ke Kendari dengan harapan kota memberi lebih banyak peluang. Namun kenyataan tak sepenuhnya sesuai.

Pekerjaan serabutan yang didapat tak menentu, kadang ada, kadang kosong. Biaya kos, makan, dan kebutuhan harian tetap berjalan. Tekanan ekonomi makin terasa ketika seseorang yang selama ini membantunya justru pergi.

Vana mengaku pernah menjadi wanita simpanan seorang pekerja asing. Pria tersebut menanggung sebagian kebutuhan hidupnya. Ketika kontraknya selesai dan kembali ke negaranya, Vana kembali sendiri.

“Waktu dia pulang, saya bingung mau kerja apa. Tidak ada pegangan lagi,” katanya.

Dalam kondisi itu, ia memilih menawarkan jasa melalui aplikasi kencan khusus. Ia menolak menyebutkan nama aplikasinya. Sistemnya tertutup, hanya pengguna tertentu yang bisa mengakses. Semua komunikasi dilakukan lewat pesan pribadi sebelum bertemu.

“Saya pakai aplikasi saja. Tidak berani terang-terangan. Takut juga kalau orang kenal lihat,” ujarnya.

Ia mengatur pertemuan secara selektif. Tidak semua permintaan diterima. Ia mengaku lebih berhati-hati demi keamanan diri. Lingkungan kos yang ramai justru menurutnya membantu, karena orang keluar masuk dianggap biasa.

Baca Juga: Mistik: Deretan Kejadian di Luar Nalar Agresi Militer Israel ke Palestina, Ada Pasukan Berjubah Putih

“Kalau ramai begini, tidak terlalu kelihatan. Orang kira cuma teman datang,” ucapnya.

Meski demikian, Vana sadar pekerjaannya penuh risiko. Ia menyebut pilihan itu bukan sesuatu yang dibanggakan, melainkan jalan yang ia tempuh untuk bertahan hidup.

Baginya, yang penting kebutuhan sehari-hari terpenuhi. “Saya cuma mau makan sama bayar kos. Tidak ada pilihan lain waktu itu,” tuturnya. (A)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga