Tongkat Perak dan Kuningan Pembeda Stasus, Begini Makna Pergantian Katuko di Masjid Agung Keraton Wolio Baubau
Elfinasari, telisik indonesia
Minggu, 15 Februari 2026
0 dilihat
Prosesi pergantian Katuko oleh Walikota Baubau bersama perangkat Masjid Agung Keraton Wolio yang berlangsung di Baruga Keraton Wolio. Foto: Ist.
" Perangkat Masjid Agung Keraton Wolio melaksanakan ritual prosesi pergantian katuko di Baruga Keraton Wolio "

BAUBAU, TELISIK.ID - Perangkat Masjid Agung Keraton Wolio melaksanakan ritual prosesi pergantian katuko di Baruga Keraton Wolio.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh perangkat Masjid Agung Keraton Wolio serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Baubau.
Ritual pergantian katuko diawali dengan kolemiasana katuko, yakni pembacaan zikir selama empat malam yang dilaksanakan di Galampa Lakina Agama.
Setelah itu, dilanjutkan dengan Haroa yang dimulai dengan pembacaan doa oleh salah seorang perangkat masjid yang ditunjuk, kemudian diakhiri dengan makan bersama.
Baca Juga: Ramadan Dekat Kios Banyak Kosong, Pasar Sentral Wangi-wangi Wakatobi Bakal Ditata Ulang
Prosesi berikutnya adalah penyerahan katuko dari Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, kepada perangkat Masjid Agung Keraton Wolio. Sebelum katuko diserahkan kepada Lakina Agama, Imam, Hatibi, dan Moji, terlebih dahulu dibacakan doa oleh perangkat masjid yang telah ditunjuk. Rangkaian ritual kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat.
Usai prosesi, Yusran Fahim menjelaskan bahwa pergantian katuko dilakukan atas permintaan internal perangkat Masjid Agung Keraton Wolio karena katuko sebelumnya telah usang. Katuko lama selanjutnya akan dimuseumkan, meskipun lokasi penyimpanannya masih akan ditentukan, apakah tetap di lingkungan masjid atau di tempat khusus.
“Tidak ada permasalahan dalam proses pergantian katuko ini. Pemkot serta DPRD turut menyaksikan langsung prosesi yang berjalan khidmat dan lancar,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam kondisi saat ini, setiap proses pergantian katuko perlu dilaporkan kepada kepala daerah, dalam hal ini Wali Kota Baubau. Dengan demikian, seluruh tahapan yang dilakukan telah melalui prosedur koordinasi yang tepat.
Baca Juga: Dua Desa di Muna Tuntas Laksanakan Pilkades PAW, Dua Berproses dan Satu Buka Pendaftaran Ulang
Secara budaya, katuko atau tongkat memiliki makna simbolis sebagai bentuk surat keputusan. Pengangkatan maupun pemberhentiam seseorang dari jabatan ditandai dengan penyerahan atau pengambilan tongkat tersebut.
Katuko juga berbeda berdasarkan golongan. Untuk golongan kaomu yakni jabatan Lakina Agama, Imam, dan Hatibi hulu tongkat terbuat dari perak. Sementara untuk jabatan Moji dari golongan walaka, hulu tongkat terbuat dari kuningan.
Pergantian katuko di Masjid Agung Keraton Wolio ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan. Pergantian pertama terjadi pada awal tahun 2000 an, sedangkan yang kedua berlangsung pada tahun 2026. Katuko pertama saat ini disimpan di dalam lemari Galampa Lakina Agama sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya. (C)
Penulis: Elfinasari
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS