Kuota SPMB SNT Buton Tengah Baru Terisi 14 dari 80, Pendaftaran Ditutup 27 Juli
Reporter
Sabtu, 25 Juli 2026 / 5:44 pm
Kepala BPMP Sultra, Junaiddin Pagala. Foto: Ist.
BUTON TENGAH, TELISIK.ID - Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SPMB SNT) Kabupaten Buton Tengah tahun ajaran 2026/2027 tersisa dua hari lagi.
Hingga hari ini, Sabtu (25/7/2026), dari kuota 80 siswa untuk jenjang SMP dan SMA di Kecamatan Mawasangka Tengah, baru 14 calon pendaftar yang merampungkan berkasnya.
Kabupaten Buton Tengah sendiri menjadi salah satu dari 17 wilayah terpilih di seluruh Indonesia yang dipercaya menyelenggarakan program SNT oleh Kemendikdasmen RI.
Melihat kuota yang masih terbuka luas, Kepala BPMP Sultra, Junaiddin Pagala, mengimbau seluruh masyarakat untuk memanfaatkan sisa waktu secara maksimal.
Ia mengajak para orang tua dan calon siswa agar segera mendaftarkan diri secara daring melalui laman resmi [https://snt.kemendikdasmen.go.id/spmb](https://snt.kemendikdasmen.go.id/spmb) sebelum ditutup pada 27 Juli 2026.
Menurutnya, SNT merupakan peluang besar bagi anak-anak Buton Tengah untuk mendapatkan fasilitas serta standar layanan pendidikan berkualitas tinggi di daerah sendiri.
Guna mempermudah pendaftaran dan membantu kendala teknis, panitia telah menyediakan dua Posko Pelayanan SPMB SNT secara luring.
Masyarakat yang mengalami kesulitan pendaftaran daring dapat mendatangi Posko 1 di SD Negeri 1 Mawasangka atau Posko 2 di SD Negeri 8 Gu dengan membawa berkas lengkap.
Proses pendaftaran ini sebelumnya telah disosialisasikan secara intensif pada Rabu, 22 Juli 2026, yang dihadiri langsung oleh Bupati Buton Tengah dan jajaran Dikbud.
Dalam sosialisasi tersebut, Kepala BPMP Sultra, Junadiddin Pagala memaparkan konsep SNT, sedangkan tata cara pendaftaran dijelaskan oleh Widyaprada BPMP Sultra, Irene Irawati Arsanti.
Sebagai informasi, Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program prioritas nasional mandat Presiden Prabowo untuk membangun 500 sekolah berkualitas.
Program ini hadir untuk mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan, di mana saat ini baru sekitar 4 persen kecamatan di Indonesia yang memiliki sekolah bermutu baik.
Selain mendekatkan akses pendidikan unggul, SNT berfungsi sebagai pusat rujukan peningkatan kompetensi guru dan pemanfaatan fasilitas bersama bagi sekolah sekitar.
Penerimaan murid SNT dibuka khusus untuk jenjang Kelas 7 SMP dan Kelas 10 SMA berbasis seleksi prestasi akademik maupun nonakademik di bidang STEAMS.
Prioritas pendaftaran diberikan kepada calon murid yang berdomisili di lokasi SNT serta siswa dari keluarga berpendapatan menengah ke bawah.
Dari sisi pembelajaran, SNT menerapkan pendekatan deep learning berbasis STEAMS yang memadukan kurikulum nasional, kurikulum kekhasan sekolah, dan kurikulum berbasis konteks lokal.
Pemerintah menargetkan pembangunan 37 lokasi SNT di 22 provinsi pada TA 2026/2027 dan terus yg dikembangkan hingga mencapai 500 SNT pada tahun 2029. (D)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS