Perkuat Silaturahmi Perantau, KKLR Sultra Gelar Family Gathering dan Tasyakuran 500 Kali Khatam Al-Qur'an
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Sabtu, 25 Juli 2026
0 dilihat
Para tokoh, penasehat, serta pengurus KKLR Sultra saat melangsungkan tasyakuran 500 kali khatam Al-Qur'an di Lafamilia Tappulaga, Sabtu (25/7/2026). Foto: Ana Pratiwi/Telisik
" Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar family gathering yang dirangkaikan dengan tasyakuran 500 kali khatam Al-Qur'an di Lafamilia Tappulaga, Sabtu (25/7/2026) "
KENDARI, TELISIK.ID - Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar family gathering yang dirangkaikan dengan tasyakuran 500 kali khatam Al-Qur'an di Lafamilia Tappulaga, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan selama dua hari (25–26 Juli 2026) dan dihadiri puluhan anggota KKLR tersebut mengusung tema "Dengan Al-Qur'an Kita Erat, dengan Silaturahmi Kita Kuat. Akar di Luwu, Tumbuh Berkah di Bumi Anoa."
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan rasa kekeluargaan warga perantauan Luwu Raya yang berdomisili di Sulawesi Tenggara.
Rangkaian acara diisi dengan pembukaan, pembacaan syalawat, tausiah, game edukatif seperti sambung kata bahasa Luwu, hingga kegiatan gembira yang melibatkan seluruh peserta.
Ketua KKLR Sultra, H. Burhanuddin, yang diwakili oleh Wakil Ketua KKLR Sultra, Lubis, menyampaikan pentingnya menjaga jalinan persaudaraan di perantauan.
"Silaturahmi itu sangat penting. Mari kita ingat bahwa silaturahmi ini menempelkan kasih sayang pada setiap makhluk hidup," ujar Lubis.
Jembatan silaturahmi dan nilai religiusitas warga Luwu Raya di Sultra ini kian kokoh melalui tradisi pembacaan Al-Qur'an secara konsisten sejak kerukunan ini dibentuk ribuan hari lalu.
Penasehat KKLR Sultra, Ahmad Aljufri, menceritakan bahwa organisasi perantau ini telah berdiri sejak tahun 1985 dan senantiasa menjaga kebiasaan mengkhatamkan Al-Qur'an secara bergiliran di antara para anggotanya.
Anggota Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Tenggara saat mengikuti rangkaian acara family gathering di Lafamilia Tappulaga, Sabtu (25/7/2026). Foto: Ana Pratiwi/Telisik
"KKLR dibentuk sejak 1985, jadi pertemuan kami kali ini bersamaan dengan khatam Al-Qur'an yang kelima ratus. Al-Qur'an kan 30 juz, jadi dibagi-bagi ke anggota, ada yang ambil juz 1, 2, 3, dan seterusnya sampai 30. Alhamdulillah secara keseluruhan sudah mencapai yang ke-500 kali," ungkapnya.
Ahmad Aljufri menambahkan, melalui kegiatan berkala ini, KKLR Sultra ingin menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda agar tidak melupakan tanah kelahiran, senantiasa bersatu, dan saling tolong-menolong (ta'awun) saat berada di perantauan.
Ia juga menegaskan komitmen warga KKLR untuk terus berkontribusi positif, bersinergi, dan membangun keharmonisan bersama masyarakat lokal di Sulawesi Tenggara.
Di tempat yang sama, Koordinator Tim Tilawah KKLR Sultra, Prof. Sartiah Yusran, menjelaskan bahwa perayaan kali ini menggabungkan tiga agenda besar sekaligus, yaitu family gathering, pembukaan arisan bulanan, dan tasyakuran 500 kali khatam Al-Qur'an.
Sartiah mengatakan, KKLR rutin menggelar tasyakuran setiap kali menggenapi kelipatan 100 kali khatam Al-Qur'an.
"Topiknya menggambarkan filosofi kami, Dengan Al-Qur'an Kita Erat, dengan Silaturahmi Kita Kuat. Serta semboyan Akar di Luwu, Tumbuh Berkah di Bumi Anoa. Meskipun kita berkembang dan mengabdi di sini, kita tetap harus mengingat akar daerah asal. Hal inilah yang membuat KKLR Sultra sangat solid, kompak, dan dinamis," terang Prof. Sartiah.
Apresiasi senada turut disampaikan oleh tokoh perempuan Sultra sekaligus anggota KKLR Sultra, Apt. Dra. Hj. Harmawati, M.Kes.
Srikandi legislatif yang dikenal ramah dan bersahaja ini menggarisbawahi bahwa keterlibatan aktif seluruh elemen mulai dari tokoh tua, pemuda, hingga ikatan mahasiswa merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan daerah.
"Kehadiran KKLR Sultra bukan hanya wadah penguat ikatan emosional warga perantauan Luwu, tetapi juga simbol harmonisasi spiritual dan sosial di Bumi Anoa," ujar Harmawati.
"Tradisi khatam Al-Qur'an dan semangat gotong royong ini harus terus dijaga, karena sinergi dan kebersamaan inilah yang menjadi pilar utama dalam membangun Sulawesi Tenggara yang lebih maju, religius, dan sejahtera," imbuh Harmawati. (A-Adv)