Libur Panjang, Gubernur Khofifah Ingatkan Masyarakat Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Try Wahyudi Ary Setyawan

Reporter Surabaya

Senin, 26 Oktober 2020  /  2:09 pm

Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Ist.

SURABAYA, TELISIK.ID - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan masyarakat mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor menjelang puncak musim hujan, November 2020 hingga Maret 2021.

Sedikitnya terdapat 22 kabupaten/kota yang berstatus rawan bencana hidrometeorologi terlebih saat ini dalam waktu dekat akan ada libur panjang.

Dikatakan Khofifah, dari 22 daerah itu, daerah rawan banjir umumnya didominasi oleh luapan sungai di sekitarnya. Seperti Sungai Bengawan Solo yang luapannya bisa membanjiri wilayah Bojonegoro, Magetan, Madiun, Lamongan, Gresik, Ngawi, dan Tuban.

“Kemudian potensi banjir akibat luapan Sungai Berantas yakni Malang Raya, Kediri, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Probolinggo, Surabaya, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, dan Jember. Sedangkan di Pasuruan, banjir berpotensi diakibatkan oleh luapan Sungai Welang,” jelasnya di Grahadi Surabaya, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Angka Kemiskinan di Muna Menurun

Demikian juga di Madura, sambung Khofifah, beberapa daerah biasa terdampak luapan Sungai Kemuning. Bencana hidrometeorologi yang lain adalah longsor, yakni harus diwaspadai  wilayah Jombang, Ponorogo, Kediri, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Malang, Batu, dan Pacitan.

Daerah tersebut terdapat pegunungan dan bukit yang berpotensi  longsor saat musim hujan.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober, berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober 2020. Diperkirakan, suasana libur cuti bersama tersebut berlanjut hingga 31 Oktober dan 1 November 2020 yang jatuh pada Sabtu dan Minggu. Dengan demikian, libur pada pekan depan sebanyak 5 hari. (B)

Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Haerani Hambali

TOPICS