Viral Warga Tahlilan di Depan Rumah Jokowi hingga Dilabeli Google sebagai Tembok Ratapan, Begini Penjelasannya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 19 Februari 2026
0 dilihat
Sejumlah warga menggelar tahlilan depan rumah Jokowi, video viral, lokasi berubah label digital di Google. Foto: Repro Detik
" Sejumlah warga menggelar tahlilan di depan rumah mantan presiden, video menyebar cepat "

JAKARTA, TELISIK.ID - Sejumlah warga menggelar tahlilan di depan rumah mantan presiden, video menyebar cepat, lalu penanda lokasi digital berubah dan memicu perhatian publik luas.
Suasana Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, mendadak ramai sejak pagi ketika sekelompok warga duduk bersila di tepi jalan depan rumah Joko Widodo.
Mereka membaca doa bersama dan melaksanakan tahlilan secara tertib. Aktivitas tersebut direkam sejumlah pengunjung, kemudian beredar luas di media sosial dalam bentuk video pendek berdurasi beberapa detik.
Rekaman itu memicu rasa penasaran warganet. Beberapa pengguna kemudian mendatangi lokasi hanya untuk melihat langsung situasi di depan pagar rumah. Lalu lintas di sekitar kawasan permukiman tetap berjalan normal. Tidak terlihat pengamanan tambahan maupun pembatasan akses bagi warga sekitar.
Melansir dari Tribunnews, Kamis (19/2/2026), dalam waktu hampir bersamaan, nama lokasi rumah tersebut di layanan Google Maps berubah menjadi Tembok Ratapan Solo. Label itu muncul dari suntingan pengguna dan menyebar cepat melalui tangkapan layar yang dibagikan berulang kali.
Sebagian warganet mengaitkannya dengan istilah simbolik tempat doa, sementara lainnya menjadikannya bahan konten humor.
Baca Juga: Deretan Tradisi Unik Menyambut Bulan Ramadan di Indonesia
Ajudan pribadi Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan adanya kegiatan tahlilan tersebut. Ia menjelaskan bahwa rombongan datang secara resmi dan telah menyampaikan pemberitahuan sebelumnya.
“Ya betul, mengenai video tahlilan di rumah Pak Jokowi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut Syarif, kegiatan itu berasal dari Pondok Pesantren Hidayatul Khalil yang menggelar mujahadah dan doa bersama. Surat pemberitahuan diterima pihak rumah sebelum hari pelaksanaan. Ia mengatakan pihak keluarga tidak mempersoalkan kegiatan tersebut selama berjalan tertib dan tidak mengganggu lingkungan.
Pada hari yang sama, Jokowi disebut tidak berada di kediaman. Syarif menerangkan mantan presiden itu berangkat ke Jakarta untuk menghadiri acara pernikahan asisten pribadi dari lingkaran dekat tokoh nasional.
“Pagi-pagi beliau take off ke Jakarta untuk menghadiri dan menjadi saksi pernikahan,” katanya.
Terkait label Tembok Ratapan yang muncul di peta digital, Syarif menanggapinya dengan santai. Ia mengaku sudah mengetahui perubahan nama itu sejak viral di media sosial.
“Ya saya sudah tahu. Kalau saya biasa saja,” ucapnya. Ia juga menyebut tidak ada kebijakan khusus atau pembatasan pengunjung di sekitar rumah.
Baca Juga: Viral Curhatan Guru Bandingkan Gaji Honorer Kalah Jauh dengan Sopir MBG, DPR Ultimatum 32 Ribu Pegawai SPPG Otomatis PPPK
Sejumlah pengguna kemudian melaporkan perubahan nama lokasi agar dikembalikan ke penamaan asli. Hingga kini, tampilan label berbeda masih terlihat pada sebagian akun, tergantung pembaruan sistem masing-masing pengguna. Fenomena tersebut menjadi contoh bagaimana suntingan digital dapat memengaruhi persepsi publik dalam waktu singkat.
Peristiwa tahlilan yang semula bersifat keagamaan lokal akhirnya berkembang menjadi perbincangan luas karena kombinasi rekaman video, media sosial, dan perubahan penanda lokasi.
Meski viral, kondisi di lapangan dilaporkan tetap kondusif, sementara aktivitas warga sekitar berjalan seperti hari biasa tanpa gangguan berarti. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS