Marak Miras di Sekitar UHO Kerap Picu Konflik Pemuda

Ahmad Jaelani

Reporter

Sabtu, 28 Januari 2023  /  10:57 pm

Maraknya minuman keras di sekitaran UHO Kendari, memicu berbagai macam konflik. Foto: Ahmad Jaelani/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Menuai berbagai polemik masyarakat hingga mahasiswa, maraknya pesta miras yang dilakukan di area Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kerap menimbulkan berbagai macam konflik pemuda.

Minuman keras selain tidak baik untuk kesehatan, juga merupakan salah satu sumber dari berbagai perilaku tidak terpuji yang melanggar norma-norma dalam bermasyarakat.

Bukan menjadi rahasia umum lagi, pada area sekitaran UHO cukup banyak dijumpai oknum pemuda yang melakukan pesta miras.

Baca Juga: Pesta Miras Jadi Target Utama Polresta Kendari di Malam Tahun Baru

Konflik pemuda yang kerap kali terjadi, mulai dari pemukulan, pemalakan, hingga perseteruan antar lorong merupakan salah satu efek yang ditimbulkan dari minuman keras.

Imbas dari perilaku tersebut, dampaknya justru dirasakan langsung oleh masyarakat hingga kaum pelajar, khususnya mahasiswa.

Salah satu mahasiswi semester akhir di UHO, Intan Seraya (23) yang tinggal di salah satu rumah kos samping Lorong Damai, Jalan HEA Mokodompit Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, merasakan langsung dampak dari maraknya pesta miras tersebut. Ia kerap kali diselimuti perasaan was-was jika ingin keluar mengerjakan skripsi di malam hari.

"Kalau malam saya mau pergi kerja skripsiku tidak berani keluar lewat jam 10, karena depan kampus banyak orang mabuk. Mending saya urungkan niatku kalau mau kerja tugas lokasinya di depan kampus," ucap Intan Seraya, Sabtu (28/1/2023).

Keresahan akan maraknya miras dan efek yang ditimbulkannya, tidak hanya sampai pada kalangan mahasiswa, tetapi juga masyarakat, pelaku usaha hingga ojek online.

Salah seorang ojek online Isbar (26) mengatakan, kerap membatalkan orderanya jika tujuan pemesan mengharuskan ia masuk ke dalam lorong-lorong depan UHO pada waktu malam hari.

"Kalau ada orderan untuk masuk di lorong-lorong depan UHO, lewat jam sepuluh malam saya batalkan karena antisipasi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Tidak hanya sampai di situ Telisik.id berupaya mencari informasi langsung pada pengkonsumsi minuman beralkohol tersebut.

Baca Juga: Dugaan Peredaran Miras Ilegal di Kendari Minim Bukti

Karena pengkonsumsi miras tersebut tidak hanya menjamah para pemuda akan tetapi oknum mahasiswa juga menjadi salah satunya.

Salah satu pemuda RK (20), memberikan informasi terkait jenis miras yang dikonsumsi berjenis Arak karena peredaranya mudah untuk didapatkan.

"Harga Arak ada dua, arak kualitas nomor dua untuk satu botolnya Rp 25.000 dan kalau nomor satu Rp 50.000," ungkap RK.

Pengonsumsi Arak akan menyebabkan penurunan kesadaran, sehingga seseorang yang miras akan bertindak di luar kesadaran mereka, seperti yang terjadi di sekitaran UHO. (A)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS