Mau Berkumpul Bersama Keluarga di Surga? Ini Syaratnya

Haerani Hambali

Reporter

Kamis, 27 Januari 2022  /  5:27 pm

Sesungguhnya seseorang akan dikumpulkan bersama keluarganya di surga kelak bila sama-sama beriman dan mencintai Allah dan Rasul-Nya. Foto: Repro Islampos.com

KENDARI, TELISIK.ID - Bagi umat Islam, kesempatan bertemu kembali dengan keluarga besar seketurunan di tempat baru yang sangat menyenangkan di akhirat kelak, tentu sangat membahagiakan.

Tentunya kenikmatan berupa berkumpul dan masuk surga bersama keluarga, juga telah disediakan oleh Allah.

Allah berfirman: “(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya.” (QS. Ar-Ra‘du: 23).

Dikutip dari Republika.co.id, Sayyid Quthb dalam "Tafsir Fi Zhilalil-Qur'an" menjelaskan peristiwa di atas laksana sebuah festival atau reuni di mana mereka saling bertemu, mengucapkan salam, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang menyenangkan dan menggembirakan serta penuh dengan penghormatan.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan maksud ayat ini bahwa Allah akan mengumpulkan seseorang bersama keluarganya, orang tua, istri dan anak-cucunya di surga. Ini adalah dalil satu keluarga bisa masuk surga bersama.

Beliau berkata: “Allah mengumpulkan mereka dengan orang-orang yang mereka cintai di dalam surga yaitu orang tua, istri dan anak keturunan mereka yang mukmin dan layak masuk surga. Sampai-sampai, Allah mengangkat derajat yang rendah menjadi tinggi tanpa mengurangi derajat keluarga yang tinggi (agar berkumpul di dalam surga yang sama derajatnya).”

Namun berkumpul dengan keluarga di surga tentu tidak mudah untuk dicapai. Dalam kisah yang dijelaskan Al-Qur’an, banyak keturunan/keluarga yang tidak lagi bisa bertemu di akhirat, seperti Nabi Nuh dengan putra dan istrinya, Asiyah yang solehah dengan suaminya Firaun dan Nabi Luth dengan istrinya. Namun bertemunya  keluarga besar di surga bukan pula sesuatu yang tidak mungkin.    

Melansir portaljember.com, Almarhum Syekh Ali Jaber pernah mengatakan bahwa sebuah keluarga bisa berkumpul bersama di dalam surga Allah.

Namun menurut beliau, tidak semua keluarga bisa merasakan hal yang demikian. Ada syarat yang harus dilakukan keluarga tersebut.

Syarat yang dimaksud sebenarnya bukanlah syarat khusus, akan tetapi lebih kepada bagaimana satu keluarga tersebut istiqamah dalam mengamalkannya.

"Dipastikan kita akan bertemu dengan keluarga kita, keluarga seiman. Keluarga yang berjuang bersama-sama dalam beramal shaleh," kata Almarhum Syekh Ali Jaber.

Amal shaleh yang dimaksud antara lain, keluarga tersebut sama-sama mengerjakan salat, berpuasa, dan bersedekah.

Juga membentuk sebuah keluarga yang mencintai Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW, termasuk mempercayai adanya hari akhir dan kehidupan akhirat.

"Insya Allah keluarga yang seperti ini pasti Allah tidak akan pisahkan. Walaupun pisah di dunia dengan kematian, masing-masing beda waktu wafatnya," tutur beliau.

Tapi saat dibangkitkan oleh Allah, mereka akan bertemu kembali, karena mereka sama-sama meninggal dalam keadaan iman, sama-sama meninggal dalam keadaan mencintai Allah dan Rasulnya.

Baca Juga: Lakukan Cara Ini Sebelum Tidur, Agar Dosa Kita Diampuni

Orang tua dan anak saling tarik-menarik ke surga dengan saling memberi syafaat

Melansir muslim.or.id, fasilitas yang Allah sediakan agar keluarga bisa masuk surga bersama yaitu mereka akan saling tarik-menarik agar bisa masuk surga dan berada di dalam surga yang tingkatnya sama.

Hal ini Allah anugrahkan agar mereka bisa berkumpul bersama. Bisa jadi sang anak berada di surga tertinggi, sedangkan orang tua berada di surga terendah, maka sang anak mengangkat derajat orang tuanya ke surga yang lebih atas, demikian juga sebaliknya.

Anak bisa mengangkat derajat orang tua mereka. Dalam banyak dalil, misalnya anak yang beramal jariyah dengan terus mendoakan orang tuanya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya dan doa anak yang shalih” (HR. Muslim no. 1631).

Demikian juga derajat orang tua diangkat oleh Allah karena istigfar anaknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sungguhnya seseorang benar-benar diangkat derajatnya di surga lalu dia pun bertanya, ‘Dari mana ini?’ Dijawab, ‘Karena istigfar anakmu untukmu.’ Sunan Ibnu Majah no. 3660.

Baca Juga: Ini Janji Allah SWT di Balik Ujian dan Cobaan

Orang tua pun bisa menarik anaknya ke tingkatan surga yang lebih tinggi.

Allah Ta’ala berfirman:“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. Ath Thuur: 21). (C)

Reporter: Haerani Hambali