Kepulauan Buton Ekspor Perdana Ubur-Ubur ke Tiongkok

Elfinasari, telisik indonesia
Kamis, 29 Januari 2026
0 dilihat
Kepulauan Buton Ekspor Perdana Ubur-Ubur ke Tiongkok
Pelepasan ekspor perdana komoditas ubur-ubur oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, bersama Pemerintah Kota Baubau, Kamis (29/1/2026). Foto: Ist.

" Tonggak sejarah baru dalam penguatan ekonomi daerah tercatat di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau. Untuk pertama kalinya, komoditas ubur-ubur asal Kepulauan Buton resmi diekspor langsung ke Tiongkok melalui PT Triko Bina Nusantara "

BAUBAU, TELISIK.ID – Tonggak sejarah baru dalam penguatan ekonomi daerah tercatat di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau. Untuk pertama kalinya, komoditas ubur-ubur asal Kepulauan Buton resmi diekspor langsung ke Tiongkok melalui PT Triko Bina Nusantara.

Ekspor perdana ini menandai harapan baru bagi perdagangan hasil laut daerah, di mana komoditas lokal tidak lagi harus melalui pelabuhan besar di luar wilayah, melainkan langsung menjangkau pasar internasional dari daerah asal.

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, menegaskan bahwa ekspor langsung tersebut merupakan langkah strategis dan luar biasa dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah.

Selama ini, potensi ubur-ubur Kepulauan Buton yang mencapai lebih dari 3.000 ton kerap tercatat keluar melalui pelabuhan lain seperti Surabaya dan Makassar.

Baca Juga: 13 Bacakades Dua Desa di Muna Diseleksi Khusus dan Ketat

“Bayangkan betapa ruginya kita jika tidak memfasilitasi ekspor langsung ini. Dengan adanya jalur ekspor dari Pelabuhan Murhum, kita tidak hanya mendapatkan pencatatan volume yang jelas, tetapi juga insentif keuangan serta kontribusi devisa yang nyata bagi daerah,” ujarnya, Kamis (29/1/2025).

Pemerintah Kota Baubau memandang momentum ini sebagai peluang besar dari dua sisi yang saling menguatkan. Bagi investor, ekspor langsung ini menjadi bukti bahwa Baubau memiliki infrastruktur yang memadai serta ketersediaan bahan baku yang besar untuk dikelola.

Sementara bagi produsen dan nelayan, hal ini memberikan kepastian pasar serta harapan baru karena hasil produksi mereka kini memiliki akses langsung ke pasar global.

Menurut Hamsinah, ekspor ubur-ubur hanyalah langkah awal. Pemerintah daerah menargetkan sektor pangan, khususnya perikanan dan pertanian, sebagai prioritas ekspor selanjutnya.

Beberapa komoditas yang masuk dalam rencana pengembangan antara lain sektor perikanan berupa ikan tuna segar grade A dan lobster, sektor kelautan berupa rumput laut, serta sektor pertanian berupa ubi kayu (singkong) yang dinilai memiliki potensi pasar ekspor yang besar.

Baca Juga: Wakatobi Raih UHC Awards 2026, Komitmen Jamin Akses Kesehatan Warga

“Ini adalah pintu gerbang awal. Kita ingin sektor perikanan seperti tuna dan lobster juga dapat dikemas dalam kontainer dan dikirim langsung dari Baubau. Upaya ini harus terus ditingkatkan dan diintensifkan,” ujar Hamsinah dengan optimisme.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menyampaikan bahwa pada tahap awal PT Triko Bina Nusantara mengekspor sebanyak empat kontainer ubur-ubur dengan nilai mencapai Rp 1,6 miliar.

Ekspor ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dan akan terus ditingkatkan seiring tingginya permintaan pasar internasional, khususnya dari Tiongkok.

“Ekspor perdana dari Kota Baubau ini terintegrasi dengan kegiatan ekspor yang berlangsung secara bersamaan di Kota Kendari. Melalui Pelabuhan Bungkutoko Kendari, sebanyak 47 kontainer komoditas diekspor dengan nilai kurang lebih Rp 500 miliar. Ini menunjukkan konsistensi dan kesinambungan strategi ekspor Sulawesi Tenggara dari hulu hingga hilir,” tegasnya. (B)

Penulis: Elfinasari

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga