Mendikdasmen Resmikan Rektorat dan Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Kendari
Reporter
Minggu, 11 Januari 2026 / 11:20 am
Mendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, (tengah) saat menggunting pita peresmian gedung rektorat dan aula Universitas Muhammadiyah Kendari. Foto: Erni Yanti/Telisik.
KENDARI, TELISIK.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, meresmikan Gedung Rektorat Tower dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Sabtu (10/1/2026).
Rektor UM Kendari, Muhammad Nurdin menyampaikan, kehadiran Mendikdasmen di UM Kendari merupakan kehormatan tersendiri, mengingat padatnya agenda kerja yang dijalani Menteri selama kunjungan di daerah.
“Sekarang ini banyak agenda Pak Menteri, bahkan sampai enam hari penuh. Tadi malam masih ada kegiatan, namun di tengah kesibukan beliau, UM Kendari mendapat perhatian khusus,” ujar Muhammad Nurdin.
Ia menjelaskan, agenda utama kunjungan tersebut adalah Soft Launching Gedung Rektorat UM Kendari Tower yang terdiri dari delapan lantai. Pada kesempatan itu, Mendikdasmen melakukan pengguntingan pita dan meninjau langsung berbagai fasilitas penunjang akademik di dalam gedung.
Selain peresmian gedung, Mendikdasmen juga memberikan kuliah umum di hadapan kepala sekolah, guru-guru se-Sulawesi Tenggara, perwakilan pemangku kepentingan pendidikan, serta sivitas akademika UMK. Kuliah umum tersebut difokuskan pada penguatan program kerja pendidikan yang berdampak hingga tahun 2026.
Agenda berikutnya adalah peluncuran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Kendari Tahun Akademik 2026, yang secara resmi dinyatakan telah dibuka.
Baca Juga: Universitas Muhammadiyah Kendari Wisuda 512 Lulusan, Terbaik Sultra Versi EduRank dan Webometrics
“Mulai hari ini, penerimaan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Kendari officially open. Kami memiliki 9 fakultas dengan 36 program studi,” jelas Rektor.
UMK saat ini juga telah memasuki tahun kedua Fakultas Kedokteran, dengan empat program studi, yakni Pendidikan Dokter, Teknologi Laboratorium Medik, Farmasi, serta Profesi Dokter. Proses seleksi dilakukan secara bertahap setiap bulan dengan kuota 50 mahasiswa, yang ditargetkan terpenuhi hingga Mei 2026.
“Untuk Fakultas Kedokteran kuota kami batasi hanya 50 orang. Jadi kami harapkan calon mahasiswa segera mendaftar karena peminatnya cukup tinggi,” ujarnya.
Selain Fakultas Kedokteran, UM Kendari juga membuka berbagai program studi baru, di antaranya Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Teknik Kimia, dan Teknik Metalurgi, yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan dunia kerja.
Muhammad Nurdin menambahkan, UM Kendari menyediakan beragam skema beasiswa baik dari pemerintah daerah, internal kampus, kementerian, maupun mitra perusahaan. Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu.
UM Kendari juga terus memperkuat internasionalisasi kampus, dengan menerima mahasiswa asing dari berbagai negara seperti Palestina, Cina, Rwanda, Tanzania, Kenya, Thailand, serta dalam waktu dekat dari Filipina.
Saat ini tercatat lebih dari 10 mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di UM Kendari, sebagian besar melalui program beasiswa dan kemitraan internasional.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam sambutannya menegaskan, pentingnya peningkatan kualitas guru dan penguatan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah.
“Keberadaan guru sangat penting, termasuk kemampuan konseling dan evaluasi pelatihan-pelatihan guru. Perguruan tinggi adalah mitra kami dalam meningkatkan mutu pendidikan,” kata Abdul Mu’ti.
Baca Juga: Universitas Muhammadiyah Kendari Terima 20 Mahasiswa Baru Kedokteran Hasil Seleksi Ketat
Ia mengungkapkan, pemerintah menyiapkan beasiswa untuk 150 ribu guru melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan bantuan sebesar Rp 3 juta per semester, guna mendorong guru melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Selain itu, Mendikdasmen juga mengumumkan kebijakan strategis bahwa mulai tahun 2027, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib sejak kelas 3 SD. Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah akan memberikan pelatihan kepada 90 ribu guru Bahasa Inggris di seluruh Indonesia.
“Kita ingin kualitas pendidikan dasar dan menengah semakin meningkat dan berdaya saing global,” tegasnya. (B-Adv)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS