Unik: Pria India Ini Klaim Minum 8 Liter Oli Mesin Bekas Tiap Hari Selama 33 Tahun

Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 11 Januari 2026
0 dilihat
Unik: Pria India Ini Klaim Minum 8 Liter Oli Mesin Bekas Tiap Hari Selama 33 Tahun
Oil Kumar, mengaku sudah 33 tahun meminum oli bekas setiap hari tanpa ada gejala sakit. Foto: Repro gulfnews.Com

" Seorang pria asal distrik Shivamogga, Karnataka, India, berhasil membuat dunia maya gempar. Pria ini mengaku sudah 33 tahun menjalani diet paling ekstrem yang pernah ada yakni minum 7-8 liter oli mesin bekas setiap hari "

SHIVAMOGGA, TELISIK.ID - Seorang pria asal distrik Shivamogga, Karnataka, India, berhasil membuat dunia maya gempar. Pria ini mengaku sudah 33 tahun menjalani diet paling ekstrem yang pernah ada yakni minum 7-8 liter oli mesin bekas setiap hari.

Berkat kebiasaan uniknya tersebut, pria bernama asli Kumar ini kini populer dengan sebutan 'Oil Kumar' di tengah masyarakat.

Aksi Kumar meminum oli motor hitam langsung dari botolnya viral di Instagram setelah ia menolak pemberian makanan biasa.  

Kabarnya, gaya hidup luar biasa ini telah menjadi bagian dari dietnya selama lebih dari tiga puluh tahun terakhir.

"Selama 33 tahun terakhir, Oil Kumar dari Shivamogga telah memukau dunia dengan hidup tanpa makanan. Alih-alih nasi atau chapati, makanan sehari-harinya terdiri dari 7-8 liter oli mesin bekas dan teh," bunyi keterangan unggahan tersebut, seperti dikutip dari NDTV, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: Jepang Ciptakan Mesin Cuci Manusia Hanya Butuh 15 Menit, Harga Bikin Merinding

Sejak beralih ke gaya hidup tersebut, Oil Kumar mengklaim dirinya selalu sehat dan belum pernah membutuhkan bantuan medis serius maupun perawatan di rumah sakit.

Unggahan tersebut menyebutkan bahwa Oil Kumar menganggap kelangsungan hidupnya sebagai hasil dari mukjizat dan keyakinannya kepada Dewa Ayyappa.

Mengapa Oli Mesin Berbahaya?

Secara teknis, oli bekas mengandung empat zat toksik. Pertama, hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang bersifat karsinogenik. Contoh nyatanya adalah benzo[a]pirena, yang telah dilarang dan diawasi ketat oleh Proposisi 65 California karena potensi bahaya kankernya.

Kedua, kontaminasi logam berat seperti timbal dan tembaga yang berasal dari hasil gesekan serta keausan material mesin.

Ketiga, zat aditif dalam oli—termasuk seng dialkilditiofosfat, kalsium alkil fenat, dan magnesium sulfonat—merupakan racun berbahaya bagi sistem saraf dan hati.

Faktor keempat yang memperparah toksisitas oli adalah kontaminasi dari air, jelaga, partikel karbon, serta sisa bahan bakar yang tidak terbakar.

Baca Juga: Militer AS Kembali Bidik Kolombia dan Meksiko, Trump: Terdengar Bagus

Risiko Kesehatan Akibat Paparan Oli Mesin

Bahaya besar mengintai jika oli motor tertelan hingga ke paru-paru. Mengacu pada data Badan Pengendalian Racun India, bantuan medis darurat di rumah sakit sangat diperlukan bagi mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat zat tersebut.

Melansir dari Sindonews, Minggu (11/1/2026), sedikit saja cairan tersebut sampai ke lambung, efek samping yang umum terjadi adalah diare.

Selain itu, terdapat risiko kesehatan jangka panjang seperti kanker, gangguan neurologis, serta kerusakan permanen pada organ reproduksi dan organ tubuh lainnya.

Otoritas yang menangani darurat keracunan zat berbahaya adalah Pusat Informasi Racun Nasional di AIIMS, New Delhi, yang berfokus pada langkah-langkah pencegahan dan penanganan medis.

"Kemungkinan tertelan zat/produk ini, baik secara tidak sengaja maupun sengaja, telah meningkat berkali-kali lipat. Keracunan akut adalah salah satu keadaan darurat paling umum di seluruh dunia," kata badan tersebut. (C)

Penulis: Merdiyanto  

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga