Pendaftar PPDB MTsN 1 Kendari 2026/2027 Tembus 813 Orang, Kelas Digital Paling Diminati
Reporter
Senin, 08 Juni 2026 / 4:06 pm
Kepala MTsN 1 Kendari, H Mappatalinag, menyebut 813 pendaftar bersaing memperebutkan 320 kuota siswa reguler. Foto: Meliana Tasya/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - 813 pendaftar bersaing memperebutkan 320 kuota siswa reguler MTsN 1 Kendari pada tahun ajaran 2026/2027 di tengah meningkatnya minat masyarakat.
Kepala MTsN 1 Kendari H Mappatalinag menyebut 813 pendaftar bersaing memperebutkan 320 kuota siswa reguler tahun ajaran 2026/2027 di madrasah tersebut
Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di MTsN 1 Kendari kembali menunjukkan peningkatan pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Tercatat sebanyak 813 orang mendaftar, sementara kuota yang tersedia hanya 320 siswa untuk kelas reguler.
Selain kuota reguler, madrasah juga menyediakan jalur afirmasi sebesar 15 persen, jalur prestasi 10 persen, serta kuota khusus untuk kelas tahfidz. Seluruh jalur tersebut menjadi bagian dari sistem seleksi penerimaan siswa baru yang diterapkan setiap tahun.
Kepala MTsN 1 Kendari, H. Mappatalinag, menyampaikan bahwa jumlah pendaftar tahun ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap madrasah tersebut.
“Tahun ini jumlah pendaftar mencapai 813 orang, sedangkan kuota yang kami siapkan hanya 320 siswa kelas reguler. Angka ini relatif stabil dibanding tahun sebelumnya yang juga berada di kisaran 820 pendaftar,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
MTsN 1 Kendari memiliki sejumlah program kelas unggulan yang menjadi daya tarik utama, di antaranya kelas digital, kelas tahfiz, kelas sains, sport, dan sosial (S3), serta kelas reguler. Kelas digital disebut menjadi salah satu program yang paling diminati karena mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.
Menurut Mappatalinag, program kelas digital saat ini telah memasuki tahun kelima pelaksanaan. Sementara kelas S3 yang mengakomodasi siswa dengan minat dan bakat di bidang sains, olahraga, dan sosial, kini memasuki tahun kedua.
Selain pengembangan program unggulan, madrasah juga telah menerapkan sistem pembelajaran berbasis digital dalam kegiatan akademik sehari-hari. Salah satunya melalui pelaksanaan Asesmen Sumatif Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026.
“Pelaksanaan ujian berlangsung hingga 10 Juni. Seluruh siswa mengerjakan ujian menggunakan perangkat Android masing-masing melalui aplikasi yang telah disiapkan,” katanya.
Ia menjelaskan, sistem berbasis digital tersebut diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan ujian serta mengurangi potensi kendala teknis dan kecurangan. Hingga saat ini, pelaksanaan asesmen berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan berarti.
Bagi siswa yang mengalami kendala teknis, pihak madrasah telah menyiapkan ujian susulan dengan sistem yang sama. Hal ini dilakukan agar seluruh siswa tetap mendapatkan kesempatan yang setara dalam proses evaluasi akademik.
Setelah ujian selesai, MTsN 1 Kendari akan melanjutkan agenda akademik dengan pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) selama empat hari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan minat dan bakat siswa di luar kegiatan akademik.
Selanjutnya, pembagian rapor dijadwalkan pada 19 Juni sebelum siswa memasuki masa libur semester hingga pertengahan Juli. Pada awal tahun ajaran baru, madrasah juga akan melaksanakan kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) bagi peserta didik baru.
Baca Juga: MIN 1 Kendari Perkuat Pendidikan Karakter dan Prestasi Siswa di Tengah Transformasi Digital Madrasah
Selain itu, siswa baru juga akan mengikuti kegiatan Perkemahan Penerimaan Tamu Penggalang sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pengenalan lingkungan madrasah.
Di bidang pengembangan kurikulum, MTsN 1 Kendari memiliki tim khusus yang secara rutin menggelar workshop dua kali dalam setahun. Tim tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Faisal Pribadi.
Madrasah juga mengembangkan program city tour bagi siswa kelas digital sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Kegiatan ini dilakukan setiap tahun dengan mengunjungi berbagai lokasi edukatif sesuai minat siswa.
“Tahun lalu siswa kami mengunjungi bandara Halu Oleo, TVRI, BMKG, LAB Terpadu UHO, dan kapal perang AL. Tahun ini tujuan city tour masih dalam tahap pembahasan karena kami ingin menyesuaikan dengan minat siswa,” jelasnya.
Ia menambahkan, program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas agar siswa memperoleh pemahaman yang lebih luas terhadap materi pembelajaran. (C-Adv)
Penulis: Meliana Tasya
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS