Peran Pemerintah Lindungi Lingkungan di Kawasan Tambang Sulawesi Tenggara

Erni Yanti

Reporter

Kamis, 06 Juli 2023  /  4:22 pm

Penyampaian materi bimtek aspek pengelolaan teknis pertambangan mineral dan batubara. Foto: Erni Yanti/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Kekayaan sumber daya alam (SDA) mineral Sulawesi Tenggara  hingga terdapat puluhan bahkan ratusan pertambangan mengerubuti, namun beberapa aktivitas pertambangan menyebabkan dampak tercemarnya lingkungan di area tambang.

Kementerian ESDM melalui Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara lakukan bimbingan teknis (bimtek) terkait aspek pengelolaan pertambangan, hal itu agar pengelolaan tambang di Sulawesi Tenggara dapat dilaksanakan dengan baik dan terarah.

Kepala Bidang Minerba ESDM Sulawesi Tenggara, Muhamad Hasbullah Idris mengungkapkan, penyelenggaraan bimtek itu sasarannya kepada para kepala teknik tambang (KTT) dalam memberikan pencerahan terkait kaidah teknik pertambangan yang baik.

Baca Juga: BPOM Kendari Bahas Sunscreen Viral yang Berbahaya

Lebih lanjut, Hasbullah Idris mengatakan, pencemaran lingkungan pada lingkungan pertambangan juga diakibatkan oleh meluapnya sungai, sehingga untuk dikatakan pencemaran lingkungan akibat pertambangan harus dilakukan terlebih dahulu pengujian.

"Kalau terkait pencemarankan itu kita tidak bisa langsung generalkan, sebagian besarkan terjadi gara-gara sungai menguap kalau secara fisik mungkin bisa dilihat langsung, tapi kalau dikatakan terjadi pencemaran itu terlebih dahulu harus ada pengujian," ucapnya.

Sementara menurut KTT PT SCM, Didik, penyelenggaraan bimtek dapat mendorong setiap perusahaan tambang untuk saling berkoordinasi, terkait solusi dari dampak pencemaran lingkungan yang terjadi di wilayah pertambangan Sulawesi Tenggara.

"Setiap tambang itu mempunyai tantangan tersendiri dan itu unik-unik, kita bisa saling belajar antara satu area dengan area lain, pertambangan ini manfaatnya besar sekali  buat negeri kita, tapi tentu ada yang kita atur supaya dampaknya bisa dimitigasi atau bisa diatasi sehingga manfaatnya maksimum," tuturnya

Didik juga meharapkan semua pertambangan disiplin menerapkan sistem pertambangan yang mengikuti dan menaati aturan, serta terencana dengan baik (good mining practice) untuk meminimalisir isu pencemaran.

Baca Juga: Perjuangan Nelayan Mengais Rezeki, Tetap Eksis di Tengah Cuaca Ekstrem

Hal ini sesuai pertanyaan salah satu peserta bimtek, Ardianto terkait aktivitas pertambangan yang bisa berpengaruh terhadap pencemaran lingkungan dan air di kawasan pertambangan.

"Dampak dari kegiatan bisa lintas kabupaten yang mendapatkan ancaman bencana dari aspek air, tanah longsor," tuturnya

Kegiatan bimtek diselenggarakan di Hotel Claro Kendari Sulawesi Tenggara mulai 4-6 Juli 2023. (A)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS