adplus-dvertising

Kendari Jadi Kota Paling Patuh Pakai Masker se-Sultra

Siswanto Azis, telisik indonesia
Selasa, 14 September 2021
259 dilihat
Kendari Jadi Kota Paling Patuh Pakai Masker se-Sultra
Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir. Foto: Siswanto Azis/Telisik

" Warga Kota Kendari menjadi yang paling patuh pakai masker dan disiplin dalam menjaga jarak se-Sulawesi Tenggara dalam masa pandemi COVID-19. "

KENDARI, TELISIK.ID - Warga Kota Kendari menjadi yang paling patuh pakai masker dan disiplin dalam menjaga jarak se-Sulawesi Tenggara dalam masa pandemi COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. Menurutnya, evaluasi penanganan COVID-19 khusus untuk wilayah Sultra, Kota Kendari memperoleh tingkat kepatuhan tertinggi yang warganya tertib memakai masker dan menjaga jarak dibanding kota/kabupaten lainnya.

“Atas nama Pemerintah Kota Kendari, saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kendari yang selama ini sudah patuh menjalankan protokol kesehatan,” kata Wali Kota Kendari, Selasa (14/9/2021).

Atas partisipasi dan kepatuhan masyarakat Kota Kendari yang cukup tinggi dalam hal kepatuhan menjalankan protokol kesehatan, kata Sulkarnain, saat ini Kendari tidak ada lagi yang masuk zona merah.

“Seluruh kecamatan di Kota Kendari sudah tidak ada lagi yang zona merah,” jelas Sulkarnain.

Bahkan pasien positif COVID-19 yang saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Kota Kendari, tinggal tiga orang, itupun sudah sementara pemulihan.

Baca juga: Jasa Keuangan di Sultra Gelar Vaksinasi, Bantuan Sosial dan Donor Darah

Baca juga: Tukang Sol Sepatu Pasar Panjang Keciprat Bantuan Lapak

“Alhamdulillah, tidak sia-sia selama ini kita memakai masker, jaga jarak dan menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sedangkan terkait evaluasi pembelajaran tatap muka yang telah berjalan selama satu munggu, Wali Kota Kendari mengakui masih ada kekurangan di beberapa sekolah dan akan cepatnya diselesaikan.

“Kita akui masih ada kekurangan khususnya di alat pengukur suhu di beberapa sekolah,” ungkapnya.

Namun kekurangan tersebut, menurut Sulkarnain, masih bisa diantisipasi dengan mengatur jumlah siswa per kelasnya dan jam masuk belajar tatap mukanya hanya dua kali per minggu.

“Insyaallah pemerintah Kota Kendari akan membantu hal-hal yang masih kurang agar anak-anak kita bisa belajar tatap muka dengan tenang,” tutup Sulkarnain. (C)

Reporter: Siswanto Azis

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga