Profil Dr. Baru Sadarun, Bakal Calon Rektor Usung Semangat UHO KEREN

Laode Muh. Faisal

Reporter

Minggu, 28 Juni 2026  /  6:44 pm

Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si, bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2026-2030. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si adalah salah satu bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2026-2030.

Akademisi kelahiran Raha, Kabupaten Muna, 23 Juli 1971, ini mencalonkan diri sebagai Rektor dengan tagline "UHO KEREN: Bergerak. Bertumbuh. Berdampak."  

Ia mengusung visi menjadikan UHO sebagai universitas inovatif berkelas dunia yang berakar pada kearifan lokal, berdaya saing global, dan menjadi katalis kemajuan Sulawesi Tenggara.

Peraih pengharagaan UNESCO-PBB ini bertekad untuk melayani, mengabdi, memimpin dan membangun UHO dengan semangat kebersamaan, integritas, inovasi, dan kolaborasi.

Menurut Baru Sadarun, dengan potensi besar yang dimiliki, terutama pada bidang kelautan, pesisir, pedesaan, pertanian, perikanan, budaya, dan sumber daya alam Sulawesi Tenggara, UHO harus terus bergerak menjadi kampus modern, berdampak, dan menjadi pusat solusi bagi masyarakat.

Ia menilai, UHO tidak cukup hanya menjadi kampus yang besar secara kelembagaan. Namun, harus menjadi kampus yang kuat dalam reputasi, unggul dalam layanan, produktif dalam riset, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dekat dengan masyarakat, serta berani menjadi pusat solusi bagi masa depan Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Profil Dr. Muliddin, Bakal Calon Rektor UHO Kendari yang Menawarkan Inovasi dan Akselerasi

Baru Sadarun optimis, dengan semangat "UHO KEREN: Bergerak, Bertumbuh, Berdampak", transformasi UHO menuju world class university dapat diwujudkan secara bertahap, konsisten, dan kolaboratif.  

Baru Sadarun sudah memiliki modal untuk dapat mewujudkan visinya. Berbekal pengalaman, prestasi, dan kemampuan yang tidak kalah dari kandidat lainnya, membuatnya optmis dapat meraih kursi Rektor UHO periode 2026-2030.

Profil Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si

Baru Sadarun menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) Ilmu dan Teknologi Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, pada tahun 1995.  

Kemudian ia meraih gelar Magister (S2)  Biologi Laut dan gelar Doktor (S3) Teknologi Kelautan di Institut Pertanian Bogor (IPB), masing- masing di tahun 1999 dan 2011.

Baru Sadarun punya segudang pengalaman sepanjang karirnya sebagai akademisi. Di antaranya, menjabat Kepala Seksi Rehabilitasi Ekosistem Laut di Kementerian Kelautan dan Perikanan (2005-2011), serta Presiden Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia Periode 2010-2019.

Ia juga tercatat pernah memimpin Pusat Penelitian Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil LPPM UHO (2020-2021), dan menjabat Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam dan Laut Dangkal LPPM UHO pada 2021-2022.

Sebagai salah satu pakar terumbu karang terkemuka di Indonesia, ia juga pernah menjadi tenaga ahli pada beberapa perusahaan yang mengoperasikan blok minyak dan gas bumi di kawasan Laut Natuna Barat Kepulauan Riau, yakni perusahaam ConocoPhilips, PremierOil, dan StarEnergy, dalam kegiatan pengelolaan ekosistem terumbu karang di areal lingkar tambang.

Selain itu, pionir transplatasi karang Indonesia yang telah mendapat pengakuan dunia ini juga pernah menjadi tenaga ahli pada perusahaan tambang nikel di Kabupaten Morowali, yakni PT Hengjaya Mineralindo dan PT Usaha Kita Kinerjatama, dalam kegiatan pengelolaan terumbu karang di areal lingkar tambang.

Saat ini Baru Sadarun menjabat Ketua Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UHO, serta menjabat Sekretaris Jenderal Asosiasi Ahli Lingkungan Hidup Indonesia sejak 2025.

Baca Juga: Ahli Reproduksi Ternak Bidik Kursi Rektor UHO Kendari, Berikut Profil Prof. Takdir Saili

Baru Sadarun juga masih aktif melaksanakan tugas tambahan sebagai tenaga ahli di Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup, dan di Kementerian Kelautan dan Perikanan.  

Selain itu, ia juga aktif menjadi instruktur selam sejak 2008, Asesor Terumbu Karang Indonesia sejak 2019, serta Asesor Penyelaman Ilmiah sejak 2020.

Sepanjang karir akademiknya, Baru Sadarun juga telah menorehkan banyak prestasi gemilang. Puluhan jurnal ilmiah nasional dan internasional telah ia terbitkan, serta sudah menulis 10 buku tentang ilmu kelautan dan perikanan.

Ia juga telah meraih penghargaan Peneliti Muda Terbaik Bidang Penyelamatan Lingkungan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan penghargaan Man and Biosphere dari UNESCO-PBB.

Memiliki segudang pengalaman dan prestasi gemilang, menjadikan Baru Sadarun salah satu akademisi terbaik UHO yang patut diperhitungkan dalam perhelatan pemilihan Rektor tahun 2026. (C)

Penulis: Laode Muh. Faisal

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS