Program Pendidikan AI Pertama di China Resmi Diluncurkan dengan Kurikulum Paling Unik
Reporter
Minggu, 30 November 2025 / 8:06 pm
Seorang siswa mengoperasikan perangkat realitas virtual (virtual reality/VR) yang didukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Sekolah Bahasa Asing Xiantian Shenzhen di Provinsi Guangdong, China selatan. Foto: Xinhua
BEIJING, TELISIK.ID - Peluncuran program sarjana Pendidikan AI di BNU menandai langkah baru China dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu memenuhi kebutuhan transformasi digital pendidikan nasional.
Upaya China memperkuat fondasi pendidikan kecerdasan buatan memasuki babak baru setelah Beijing Normal University (BNU) resmi meluncurkan program sarjana pertama yang secara khusus didedikasikan untuk Pendidikan AI.
Program ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga pengajar yang memiliki spesialisasi kecerdasan buatan, seiring meningkatnya fokus pemerintah terhadap penerapan teknologi tersebut di sekolah dasar dan menengah.
Inisiatif tersebut sejalan dengan arahan pemerintah yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan China pada akhir 2024. Arahan itu mendorong percepatan integrasi pendidikan AI ke dalam sistem belajar-mengajar di seluruh wilayah.
Tahun ini, Pemerintah Kota Beijing juga menerbitkan rencana khusus Pendidikan AI untuk periode 2025–2027 yang menekankan perlunya sistem pengajaran yang terstruktur dan kurikulum terstandardisasi di sekolah-sekolah.
Baca Juga: Tentara Israel KlaimTemukan Sembilan Jasad Militan Palestina di Jalur Gaza Selatan
Seorang pejabat dari Fakultas Pendidikan BNU menuturkan bahwa hambatan utama pengembangan pendidikan AI adalah minimnya tenaga pengajar berkualifikasi serta kurangnya pelatihan terarah.
“Kekurangan tenaga pengajar berkualifikasi dan minimnya pelatihan khusus masih menjadi hambatan utama," ucapnya, seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (30/11/2025).
Ia menegaskan bahwa misi inti dari program baru tersebut ialah melatih tenaga pendidik dengan penguasaan teknis AI tingkat lanjut dan keterampilan pedagogis yang mumpuni.
Program sarjana Pendidikan AI di BNU memiliki struktur berbeda dibandingkan program gelar berbasis teknologi murni. Kurikulumnya menggabungkan pengetahuan inti teknologi AI—termasuk AI generatif, pembelajaran mesin, pemrosesan bahasa alami, dan penggalian data pendidikan—dengan fondasi ilmu pendidikan seperti teori pembelajaran, psikologi, penyusunan kurikulum, serta metode penilaian.
Selain itu, BNU menambahkan mata kuliah inovasi praktis yang mengarahkan mahasiswa pada penerapan langsung teknologi AI dalam dunia pendidikan. Pihak universitas menyatakan bahwa mata kuliah wajib juga mencakup etika AI dan keamanan data, dengan filosofi utama bahwa “teknologi melayani pendidikan.”
Pendekatan praktis diperkuat melalui model pelatihan kolaboratif “universitas-perusahaan-sekolah” yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lingkungan pengajaran dan proyek teknis nyata.
Melalui skema ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana teknologi AI diterapkan dalam kelas dan bagaimana platform pembelajaran digital dirancang.
Prospek karier lulusan program ini dinilai sangat luas, meliputi peran sebagai guru AI, instruktur teknologi informasi, hingga penggerak transformasi digital di sekolah dasar dan menengah.
Mereka juga dibutuhkan oleh perusahaan teknologi pendidikan untuk mengembangkan platform pembelajaran berbasis AI. Jalur lain yang terbuka termasuk penelitian akademik, manajemen pendidikan, dan perumusan kebijakan pendidikan AI.
Baca Juga: Serangan Drone AS Tewaskan Dua Anggota Al-Qaida di Yaman
Direktur Eksekutif Advanced Innovation Center for Future Education BNU, Yu Shengquan, menilai perkembangan AI telah membawa perubahan signifikan terhadap pendidikan.
“Kemajuan AI sedang membentuk ulang masyarakat dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan secara mendalam mengubah dunia pendidikan," jelasnya.
Yu menambahkan bahwa membangun masyarakat digital siap masa depan kini menjadi prioritas utama.
Lebih jauh, Yu menjelaskan bahwa pusat inovasi tersebut telah bermitra dengan perusahaan teknologi Tencent untuk mengembangkan kerangka pengetahuan AI komprehensif.
Kerangka tersebut mencakup kurikulum berjenjang mulai dari sekolah dasar, menengah pertama, hingga menengah atas, sehingga dapat mendukung pembelajaran AI secara sistematis sejak usia dini. (Xinhua)
Penulis: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS