Wanita Dipaksa Hubungan Intim dengan Pria Berkebutuhan Khusus, Ditonton Langsung Ibu Mertua Kebelet Cucu
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 08 Februari 2026
0 dilihat
Ilustrasi, seorang wanita mengungkap pernikahan paksa, dipaksa berhubungan intim, bahkan diawasi langsung ibu mertua setiap malamnya. Foto: Repro iStockphoto
" Di usia 20 tahun, seorang perempuan menjalani pernikahan paksa dan malam pertamanya diawasi mertua demi cucu, meninggalkan luka panjang sepanjang hidupnya "

LONDON, TELISIK.ID - Di usia 20 tahun, seorang perempuan menjalani pernikahan paksa dan malam pertamanya diawasi mertua demi cucu, meninggalkan luka panjang sepanjang hidupnya.
Kisah itu dialami Sunny Angel, perempuan asal India yang kini menetap di Surrey, Inggris. Ia mengingat kembali pengalaman pahit ketika dipaksa menikah oleh keluarga pada 1999.
Pernikahan yang seharusnya menjadi awal kehidupan baru justru berubah menjadi tekanan yang datang dari orang-orang terdekatnya sendiri.
Sunny mengatakan perjodohan terjadi tanpa persetujuan pribadinya. Ia dipasangkan dengan pria bernama samaran Ajay yang memiliki keterbelakangan mental. Meski tidak memiliki perasaan, ia tidak diberi pilihan untuk menolak. Keluarga telah menentukan tanggal pernikahan dan seluruh rangkaian acara tetap berjalan.
Baca Juga: Unik: Pria Ini Bisa Bertahan Hidup 171 Hari Usai Transplantasi Hati Babi
Pesta digelar meriah di hadapan kerabat. Namun di balik perayaan itu, Sunny merasa tidak berdaya. Ia menerima keputusan tersebut karena tekanan keluarga. Setelah akad selesai, ia harus tinggal bersama keluarga suami dan memulai kehidupan rumah tangga yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
Malam pertama menjadi momen yang paling sulit. Sunny mengaku ibu mertuanya berdiri di dekat kamar dan memantau hubungan mereka. Ia menyebut mertua bahkan memberi arahan secara langsung tentang apa yang harus dilakukan oleh anaknya. Situasi itu membuatnya merasa kehilangan privasi.
"Dia akan berkata, saya ingin cucu, Anda harus melakukan ini, lalu berdiri di luar pintu setiap kali kami berhubungan seks mengatakan kepadanya apa yang harus dilakukan, rasanya seperti dia di bawah perintah untuk melakukannya," ujar Sunny, seperti dikutip dari Intisari, Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, Ajay tampak kebingungan dan takut. Ia tidak memahami makna hubungan suami istri. Sunny melihat suaminya seperti anak kecil yang hanya mengikuti instruksi orang tua. Kondisi itu membuat hubungan mereka terasa janggal dan tidak setara.
"Dia bahkan tidak ingin aku melihatnya telanjang. Dia tampak sangat ketakutan," katanya.
Baca Juga: Unik: Manfaatkan Jidat Jadi Ruang Iklan, Pria Ini Raup Cuan Rp 9,4 Juta dari Kepala Botaknya
Setelah hubungan intim pertama, Sunny menirukan ucapan suaminya yang masih kekanak-kanakan. "Aku sudah melakukannya sekarang, bisakah aku mendapatkan cokelatnya." Kalimat itu, kata Sunny, menggambarkan bahwa Ajay tidak memahami situasi yang sedang terjadi.
Ia juga menyebut ibu mertuanya kerap memperlihatkan film adegan dewasa kepada Ajay agar segera memiliki cucu. Tekanan tersebut berlangsung selama beberapa bulan. Dalam kurun empat bulan, Sunny memutuskan mengakhiri pernikahan karena merasa tidak mampu bertahan.
"Banyak orang keterbatasan mental dan dieksploitasi oleh orang tuanya sama seperti mantan suamiku. Semua atas nama kehormatan. Itu mengganggu. Ini sangat salah," kata Sunny.
Kini Sunny tinggal di Inggris dan menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku. Ia berharap kisah tersebut menjadi catatan tentang dampak perjodohan paksa terhadap perempuan dan individu berkebutuhan khusus, sekaligus membuka ruang pembicaraan mengenai perlindungan hak mereka. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS