PT Vale Bekali Pemuda Luwu Timur Sertifikasi Resmi Operator Alat Berat

Ahmad Jaelani

Reporter

Rabu, 24 Juni 2026  /  5:53 pm

Sebanyak 35 pemuda lokal Luwu Timur mengikuti pelatihan operator alat berat bersertifikasi BNSP. Foto: Ist.

SOROWAKO, TELISIK.ID - Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis dan sertifikasi profesi terus meningkat.

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menjawab tantangan tersebut, PT Vale Indonesia Tbk menggelar Program Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat Berat yang melibatkan 35 angkatan kerja lokal dari wilayah pemberdayaan perusahaan di Blok Sorowako. Peserta berasal dari empat kecamatan, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kegiatan pembukaan pelatihan berlangsung di Hotel Duta Inn, Sorowako, Rabu 24 Juni 2026. Setelah pembukaan, seluruh peserta akan mengikuti proses pembelajaran secara intensif selama satu bulan di Palopo Skill Centre.

Baca Juga: Program Emberisasi dan Maggot BSF PT Vale Tampil di Forum Lingkungan Internasional

Pelatihan tersebut difokuskan pada penguasaan keterampilan pengoperasian alat berat, khususnya Excavator dan Dump Truck. Selain memperoleh materi teknis, peserta juga akan mendapatkan pembelajaran mengenai aspek keselamatan kerja yang menjadi standar dalam dunia industri.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, peserta yang dinyatakan kompeten akan mengikuti proses sertifikasi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat tersebut menjadi pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki peserta dalam bidang operator alat berat.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan program tersebut dirancang untuk membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat lokal terhadap peluang kerja yang membutuhkan keterampilan teknis dan sertifikasi profesi.

"Kami percaya bahwa peningkatan kompetensi masyarakat lokal merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi individu, komunitas, maupun daerah. Melalui program pelatihan dan sertifikasi ini, kami ingin memperkuat kapasitas angkatan tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga semakin siap dan lebih mudah terserap di dunia kerja. Ini juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan kontribusi nyata dalam pengembangan masyarakat di area pemberdayaan," kata Yusri, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, pendekatan pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu langkah untuk memastikan masyarakat lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dengan bekal keterampilan dan sertifikasi yang diakui secara nasional, peluang peserta untuk memasuki dunia kerja diharapkan semakin terbuka.

Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi PT Vale dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Salah seorang peserta pelatihan bidang Excavator asal Wasuponda, Nur Fadilah, mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena melihat pentingnya memiliki kompetensi tambahan di luar pendidikan formal yang telah ditempuh.

Baca Juga: PT Vale Raih Dua Penghargaan HR Asia 2026, Bukti Investasi SDM dan Talenta Lokal Berkelanjutan

"Saya tertarik mengikuti pelatihan operator alat berat karena dapat memperluas peluang kerja. Apalagi sebagai putri daerah dari Luwu Timur yang merupakan kawasan pertambangan," ujarnya.

PT Vale menyebut program pelatihan dan sertifikasi operator alat berat merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian masyarakat agar lebih adaptif dalam menghadapi perkembangan dunia industri.

Melalui kolaborasi antara perusahaan, lembaga pelatihan, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan siap pakai dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Keberadaan tenaga kerja lokal yang terampil dan tersertifikasi juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Luwu Timur, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulawesi Selatan secara umum. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS