Program Emberisasi dan Maggot BSF PT Vale Tampil di Forum Lingkungan Internasional

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 11 Juni 2026
0 dilihat
Program Emberisasi dan Maggot BSF PT Vale Tampil di Forum Lingkungan Internasional
PT Vale memperkenalkan praktik pengelolaan sampah berkelanjutan dari Sorowako dalam pameran lingkungan internasional Jakarta. Foto: Ist.

" Praktik pengelolaan sampah yang dikembangkan PT Vale di Sorowako menjadi sorotan dalam pameran lingkungan internasional di Jakarta dengan menampilkan inovasi berbasis ekonomi sirkular "

JAKARTA, TELISIK.ID - Praktik pengelolaan sampah yang dikembangkan PT Vale di Sorowako menjadi sorotan dalam pameran lingkungan internasional di Jakarta dengan menampilkan inovasi berbasis ekonomi sirkular.

PT Vale Indonesia Tbk menampilkan berbagai praktik pengelolaan sampah berkelanjutan yang telah diterapkan di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dalam ajang Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (Invirotech) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), 11–13 Juni 2026.

Pameran yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tersebut mengusung tema Green Solution Technology for Climate Action.

Melalui forum internasional ini, PT Vale berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah terpadu yang selama ini dijalankan di wilayah operasional perusahaan.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, turut hadir menyambut Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat di area pameran.

Baca Juga: PT Vale Raih Dua Penghargaan HR Asia 2026, Bukti Investasi SDM dan Talenta Lokal Berkelanjutan

PT Vale bergabung bersama MIND ID dan sejumlah anggota holding pertambangan dalam menampilkan berbagai inisiatif lingkungan yang telah dijalankan masing-masing perusahaan.

Partisipasi PT Vale tidak hanya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan program keberlanjutan perusahaan, tetapi juga sarana berbagi praktik pengelolaan sampah yang mendorong ekonomi sirkular dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

Salah satu program yang diperkenalkan adalah pengolahan sampah organik menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) yang telah diterapkan bersama masyarakat sekitar Sorowako.

Program tersebut diperkuat melalui gerakan Emberisasi yang diluncurkan pada Desember 2024. Program ini mengajak rumah tangga melakukan pemilahan sampah organik langsung dari sumbernya. Pada tahap awal, program diterapkan kepada 100 rumah karyawan yang berada di Perumahan Pontada.

Melalui program tersebut, rata-rata 100 kilogram sampah organik berhasil dikumpulkan setiap hari. Sampah yang berasal dari sisa makanan ditempatkan dalam ember khusus di depan rumah pada malam hari sebelum diangkut oleh tim pengelola untuk diproses lebih lanjut.

PT Vale berencana memperluas penerapan model pengelolaan tersebut kepada masyarakat umum di sekitar Sorowako. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat budaya pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga dan mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Sampah yang terkumpul kemudian diolah melalui fasilitas pemilahan atau Segregation Plant. Fasilitas ini mampu menangani antara 12 hingga 15 ton sampah organik dan anorganik setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 hingga 700 kilogram diolah menjadi kompos, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai pakan maggot BSF.

Maggot yang telah berkembang kemudian digunakan sebagai pakan ikan. Pola tersebut membentuk siklus pemanfaatan sampah yang saling terhubung, mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga menghasilkan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Selain mengelola sampah organik, PT Vale juga memanfaatkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi. Material seperti plastik, botol kaca, dan scrap besi disalurkan kepada bank sampah dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk dikelola lebih lanjut.

Baca Juga: PT Vale dan Warga Morowali Satukan Langkah di EnviRun 2026

Perusahaan mencatat total donasi sampah terpilah yang disalurkan mencapai empat ton setiap tahun. Untuk mendukung seluruh rangkaian program tersebut, PT Vale mengalokasikan anggaran pengelolaan sampah lebih dari Rp700 juta per tahun.

Menurut perusahaan, sistem yang dibangun di Sorowako melibatkan berbagai pihak, mulai dari karyawan, komunitas masyarakat hingga pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.

“Apa yang kami bawa ke Jakarta bukan sekadar konsep, ini adalah apa yang nyata terjadi di Sorowako. Dari rumah karyawan, ke fasilitas pengomposan, hingga warung yang memasak menggunakan gas dari sampah. Kami percaya bahwa perusahaan tambang bisa dan harus menjadi bagian dari solusi lingkungan, dan ini adalah bukti kami,” ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur PT Vale Indonesia, dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Partisipasi PT Vale dalam Invirotech 2026 disebut sejalan dengan agenda Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) serta visi Indonesia Emas 2045 yang menjadi bagian dari koridor Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Indonesia, PT Vale menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan praktik keberlanjutan dalam operasional perusahaan. Salah satu target yang dicanangkan adalah mencapai nol sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA) pada tahun 2050 melalui penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu dan ekonomi sirkular. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga