Punya Utang Puasa Ramadhan? Begini Cara Qadha yang Benar
Content Creator
Sabtu, 08 Februari 2025 / 12:23 pm
Seorang muslim wajib mengqodha puasanya yang belum terbayarkan. Foto: Repro iStokphoto
KENDARI, TELISIK.ID - Bulan Ramadan tinggal menghitung hari, namun sebagian umat Muslim ada yang masih memiliki utang puasa yang belum terbayar. Utang puasa ini bisa disebabkan oleh berbagai alasan, seperti sakit, bepergian, atau haid bagi wanita.
Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah wajib yang dilaksanakan umat Muslim di seluruh dunia. Ibadah puasa ini dilakukan selama satu bulan penuh, mulai dari fajar hingga terbenamnya matahari.
Batas Akhir Ganti Utang Puasa Ramadan
Dikutip dari suara.com jaringan telisik.id, Sabtu (8/2/2025), Bulan suci Ramadan 1446 Hijriah sudah dekat. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui kapan batas akhir pembayaran utang puasa Ramadan.
Meski hanya dilaksanakan selama sebulan, kewajiban mengganti utang puasa Ramadan tidak harus diselesaikan di bulan yang sama. Ada ketentuan waktu penggantian yang perlu dipahami setiap Muslim.
Mayoritas ulama, seperti ulama Syafiiyah dan Hanabilah, berpendapat bahwa batas waktu penggantian puasa yang terutang adalah sebelum datangnya bulan Ramadan berikutnya.
Kewajiban qadha puasa Ramadan tahun 2024 harus ditunaikan sebelum Ramadan 2025. Ini karena batas akhir penggantian utang puasa Ramadan adalah sebelum bulan Ramadan berikutnya.
Meski demikian, banyak ulama yang tetap menyarankan untuk segera mengganti puasa setelah Ramadan selesai. Sebab, semakin cepat seseorang menunaikan kewajibannya, semakin baik dan semakin ringan pula tanggungan dosanya.
Baca Juga: Ramadan 1446 H Segera Tiba, Ini Jadwal Lengkap Puasa Sebulan Penuh dari Kemenag dan Muhammadiyah
Bulan Syawal sangat dianjurkan sebagai waktu untuk mulai mengganti puasa setelah Ramadan.
Dikutip dari NU Online, Sabtu (8/2/2025), Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Alhafiz Kurniawan menjelaskan bahwa penggantian utang puasa Ramadan di bulan Sya'ban dapat dilakukan tanpa terikat batasan waktu.
Kewajiban mengganti puasa ini berlaku bagi mereka yang memiliki uzur, seperti sakit, yang menyebabkan mereka tidak bisa berpuasa. Namun, sebagian ulama memiliki pendapat yang berbeda mengenai qadha puasa setelah Nisfu Sya'ban, yaitu tidak diperbolehkan sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan.
Tidak seperti pendapat yang telah disebutkan sebelumnya, ulama Hanafiyah berpendapat bahwa tidak ada batas waktu tertentu untuk mengganti puasa Ramadan.
Menurut mereka, penggantian puasa dapat dilakukan kapan pun, meskipun telah melewati beberapa kali bulan Ramadan.
Pandangan ini memberikan fleksibilitas bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam segera melakukan qadha puasa karena alasan tertentu.
Walaupun ada perbedaan pendapat, setiap Muslim sebaiknya segera membayar utang puasanya jika mampu, supaya kewajiban tersebut tidak sampai tertunda terlalu lama.
Baca Juga: Jadwal dan Niat Puasa Sunnah Bulan Syaban
Jangan Ditunda, Segera Ganti Utang Puasa Ramadan
Setelah memahami batas akhir penggantian puasa Ramadan, umat Islam diharapkan untuk segera mengganti puasa yang terlewatkan setelah Ramadan dengan niat yang tulus dan ikhlas.
Meskipun waktu penggantian puasa terbilang panjang, sebaiknya tidak ditunda-tunda. Semakin cepat diganti, semakin ringan pula beban yang dirasakan.
Mari kita semua berharap agar dapat melaksanakan puasa dengan baik dan ikhlas, serta selalu dilimpahi rahmat dan ampunan dari Allah SWT. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Fitrah Nugraha
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS