Resmikan Sosialisasi Program Strategis Kementerian ATR/BPN, Ini Harapan Sekda Konawe

Aris Syam

Reporter

Selasa, 17 Mei 2022  /  7:02 pm

Sekda Konawe, Ferdinan Sapan saat membuka kegiatan sosialisasi program strategis kementerian ATR/BPN. Foto: Aris Syam/Telisik

KONAWE, TELISIK.ID - Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Ferdinan Sapan yang mewakili Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, membuka acara Sosialisasi Program Strategis Kementerian ATR/BPN, bertempat di Hotel Nugraha Unaaha, Selasa (17/5/2022).

Dalam acara tersebut dihadiri langsung Anggota Komisi II DPR RI, Ir Hugua, Kepala kantor wilayah BPN Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Renald serta Kepala Kantor BPN Konawe, Muhammad Rahman.

Di hadapan Anggota Komisi II DPR RI, Hugua, Ferdinan Sapan mengucapkan terimakasih atas dukungan serta telah difasilitasi oleh kementerian ATR terhadap Pemda Konawe, sehingga Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) di dua wilayah Konawe yaitu Unaaha dan Pondidaha dapat selesai.

"Saya mewakili Pemda Konawe, sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan Kementerian ATR , sehingga RDTR kota Unaaha dan Pondidaha tahun ini selesai," kata Ferdinan dalam sembutannya.

Sehingga demikian, Ferdinan berharap untuk ke depannya untuk RDTR diwilayah Pemda Konawe dapat juga diberikan dukungan dan difasilitasi seperti sebelumnya.

Menurutnya, perencanaan itu sangat penting bagi pemda Konawe untuk menetapkan dari awal RDTR tersebut, sehingga tidak berdampak pada risiko pada lingkungan maupun risiko sosial di sekitarnya.

Sekda Konawe, Ferdinan Sapan saat memberikan sertifikat tanah kepada masyarakat. Foto: Aris Syam/Telisik

 

Baca Juga: CPNS dan CPPPK Tahun 2021 Muna Barat Ikut Orientasi

"Ke depannya kami minta dukungan untuk RDTR yang ada di wilayah pesisir, karena di wilayah antara Bondoala, Kapoiala, Soropia ini menjadi potensi yang akhirnya tumbuh berkembang yang akan mendukung industri yang ada di sekitarnya, termasuk perikanan," imbuhnya.

Selain RDTR, Ferdinan juga meminta dukungan kepada Hugua selaku anggota DPR RI, untuk percepatan pembangunan bendungan Pelosika di Kecamatan Asinua Kabupaten Konawe.

"Mungkin ini bisa nanti Bapak Hugua bicarakan saat berada di Jakarta nanti," ucapnya.

Foto bersama Sekda Konawe, Ferdinan Sapan dan Anggota DPR RI, Ir Hugua beserta tamu undangan. Foto: Aris Syam/Telisik

 

lebih lanjut, Ferdinan menjelaskan, kenapa penting, karena kemunculan kepastian atas status tanah kepemilikan baik perorangan maupun secara kelembagaan itu  akan memberikan motivasi tersendiri bagi pemilik maupun lembaga bahwa status tanah yang dimiliki sudah ada kejelasan kepemilikannya.

Selanjutnya, dengan adanya sertifikat tanah ini dapat memastikan mereka punya modal untuk pundi jika itu dapat dimanfaatkan,  karena dengan sertifikat itu dapat membangun rumah atau modal usaha.

"Karena dengan sertifikat tanah ini, hak atas kepemilikan tanah itu sudah jelas dan terhindar dari konflik," jelas Jendral ASN Konawe itu.

Ferdinan juga menjelaskan, Kabupaten Konawe merupakan salah satu daerah yang memperoleh kawasan strategis nasional yang merupakan bagian dari investasi itu sendiri.

Pemberian sertifikat tanah oleh Anggota Komisi II DPR RI, Ir Hugua kepada Sekda Konawe, Ferdinan Sapan. Foto: Aris Syam/Telisik

 

Di antara beberapa kecamatan yang ada dan tumbuh berkembang saat ini seperti di daerah pertambangan Morosi dan juga ada kawasan pembangunan startegis yang diantaranya pembangunan bendungan Ameroro dua .

"Dan yang akan berkembang ke depannya yaitu kawasan strategis nasional yang berada di Kecamatan Routa," ungkapnya.

Baca Juga: Inspektorat Konawe Imbau pengelolaan DD Harus Transparan

Terakhir, Ferdinan berpesan kepada masyarakat Konawe yang telah menerima sertifikat tanah dari BPN, agar sertifikat tersebut bisa dijaga dengan baik dan menjadi kekuatan perekonomian.

"Sertifikat yang saudara terima ini agar dijaga debaik-baiknya dan jangan akhirnya menjadi masalah di internal keluarga  harusnya menjadi kekuatan ekonomi baru untuk untuk mendukung aktifitas sehari-hari," pungkasnya. (C-Adv).

Penulis: Aris Syam

Editor: Kardin