Sawit hingga Nikel Bakal Punya Bursa Sendiri, Pemerintah Siapkan Icomex Mulai 2027
Reporter
Selasa, 18 Agustus 2026 / 10:13 am
Pemerintah menyiapkan Icomex, bursa baru yang berpotensi memperdagangkan sawit, nikel dan batu bara nasional. Foto: Repro Kalteng Daily
JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis untuk memperdagangkan komoditas utama Indonesia, termasuk sawit, nikel dan batu bara mulai 2027.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengumumkan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis dalam pidato tahunan di DPR. Bursa tersebut disiapkan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan sejumlah komoditas utama Indonesia berpotensi masuk dalam bursa tersebut. Beberapa di antaranya adalah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), nikel, dan batu bara.
Namun, pemerintah belum menetapkan secara resmi daftar komoditas yang nantinya diperdagangkan melalui Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.
"Belum, belum diputuskan. Yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari DetikFinance, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: Bukan Pertalite, Ini Alasan Subsidi BBM 2027 Dipangkas 58 Persen
Selain komoditas yang akan diperdagangkan, pemerintah juga tengah menyiapkan nama untuk bursa baru tersebut. Prasetyo menyebut Indonesia Commodity Exchange atau Icomex sebagai salah satu nama yang kemungkinan digunakan.
"Ya kurang lebih, Indonesia Commodity Exchange atau Icomex," kata Prasetyo.
Pemerintah juga masih menyusun mekanisme perdagangan serta pembentukan harga komoditas melalui bursa tersebut. Skema yangj disiapkan akan mempertimbangkan sejumlah komponen, termasuk biaya dan perkembangan harga komoditas di pasar dunia.
"Nanti lah ada mekanismenya. Sama, ada cost-nya, ada ininya, harga dunianya bagaimana," sebut Prasetyo.
Indonesia sebenarnya telah memiliki Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Bursa tersebut merupakan bursa formal swasta yang beroperasi sejak 2009 untuk memfasilitasi perdagangan kontrak berjangka komoditas dan produk derivatif.
Keberadaan ICDX kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai hubungan bursa tersebut dengan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang sedang disiapkan pemerintah.
Saat ditanya apakah ICDX akan terintegrasi dengan Icomex, Prasetyo belum memberikan kepastian. Ia mengatakan pemerintah masih mengatur skema pembentukan dan pengelolaan bursa mineral tersebut.
Menurut Prasetyo, pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis berkaitan dengan upaya pemerintah memperkuat kedaulatan terhadap komoditas yang menjadi kekuatan utama Indonesia.
"Makanya ini sedang proses untuk nanti diatur sedemikian rupa, intinya adalah bukan ada ini dan sebagainya, tidak. Tapi intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini kan nggak," kata Prasetyo.
Baca Juga: Kelengkapan Data Perpanjangan Kontrak PPPK 2026, Berikut Mekanisme dan Ambang Batas Penyetoran
Pemerintah juga masih membuka kemungkinan adanya integrasi antara ICDX dengan bursa baru tersebut. Pilihan tersebut akan ditentukan setelah pembahasan mengenai struktur dan mekanisme bursa selesai dilakukan.
"Nanti kita lihat ininya, bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri," katanya.
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Sebelum beroperasi, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah pembahasan mengenai daftar komoditas, mekanisme perdagangan, pembentukan harga, serta hubungan dengan bursa komoditas yang sudah berjalan.
Dengan demikian, CPO, nikel, dan batu bara saat ini masih berstatus sebagai komoditas yang berpotensi diperdagangkan melalui bursa baru tersebut. Pemerintah belum menetapkan secara final seluruh komoditas yang akan masuk dalam Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS