Kekerasan Perempuan dan Anak Dinilai Darurat, DP3A Sultra Perkuat Edukasi hingga Sekolah
Erni Yanti, telisik indonesia
Senin, 17 Agustus 2026
0 dilihat
Kepala DP3A Sultra, Muhammad Rajulan (kiri) bersama Kabid Pemberdayaan Perempuan, Nurhajati. Foto: Erni Yanti/Telisik
" Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulawesi Tenggara (Sultra) dinilai sudah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan "

KENDARI, TELISIK.ID - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulawesi Tenggara (Sultra) dinilai sudah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A PPKB) Sultra, terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan.
Kepala DP3A PPKB Sultra, Rajulan mengatakan, perkembangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai daerah menjadi perhatian serius.
Menurutnya, kasus yang terlihat di permukaan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi yang terjadi di lapangan.
“Kalau bicara kasus, banyak sekali memang. Perkembangan kasus di seluruh negara ini boleh dikatakan darurat. Hanya memang yang muncul ke permukaan ini tidak sebanyak yang ada di lapangan,” kata Rajulan, Senin (17/8/2026).
Baca Juga: Di Tengah Sunyi Tengah Malam, Sultra Tundukkan Kepala untuk Para Pahlawan
Untuk menekan kasus tersebut, DP3A PPKB Sultra melakukan edukasi dan sosialisasi di sejumlah kabupaten, di antaranya Kolaka, Muna dan Muna Barat.
Edukasi juga dilakukan di lingkungan sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA. Rajulan menjelaskan, penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
DP3A PPKB Sultra bekerja sama dengan UPT di kabupaten dan kota, kepolisian, dinas sosial serta sejumlah instansi terkait.
“Penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan ini tidak bisa ditangani oleh satu dinas kami, tapi melibatkan stakeholder lainnya,” ujarnya.
Selain menangani kasus yang telah terjadi, DP3A PPKB Sultra juga memperkuat upaya pencegahan melalui program peningkatan kapasitas dan pembentukan karakter anak.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kualitas Keluarga DP3A PPKB Sultra, Nurhajati mengatakan, pihaknya tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk masuk ke sekolah-sekolah SMA.
Program tersebut bertujuan membentuk karakter anak sekaligus mencegah berbagai persoalan di lingkungan sekolah, termasuk bullying dan kekerasan.
Baca Juga: Sentra Meohai Kendari Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Beragam Lomba hingga Malam Tirakatan
“Kami punya program pembentukan karakter. Sekarang saya sedang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk masuk ke sekolah-sekolah SMA, bagaimana membentuk kembali pola pikir anak-anak,” kata Nurhajati.
Ia berharap, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum memperkuat perlindungan terhadap anak, sekaligus mendorong perubahan karakter ke arah yang lebih positif.
“Harapannya peningkatan kapasitas dan karakter anak bisa berubah ke arah yang lebih baik. Yang tadinya mungkin bullying sekian persen, bisa turun,” pungkasnya. (B)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS