Saudi Gandeng Pakistan dan Turki Buat Pakta Pertahanan Tandingan NATO saat Ancaman Iran Makin Besar
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Selasa, 18 Agustus 2026
0 dilihat
Saudi, Pakistan dan Turki membentuk pakta pertahanan mirip NATO menghadapi ancaman keamanan Timur Tengah. Foto: Repro IDX Channel
" Arab Saudi, Pakistan, dan Turki membentuk pakta pertahanan mirip NATO untuk memperkuat keamanan bersama menghadapi ancaman konflik di kawasan Timur Tengah "

RIYADH, TELISIK.ID - Arab Saudi, Pakistan, dan Turki membentuk pakta pertahanan mirip NATO untuk memperkuat keamanan bersama menghadapi ancaman konflik di kawasan Timur Tengah.
Arab Saudi, Pakistan, dan Turki resmi membentuk pakta pertahanan bersama yang menetapkan serangan terhadap salah satu negara sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah baru bagi ketiga negara dalam memperkuat kerja sama pertahanan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Perjanjian itu ditandatangani di Makkah pada Jumat, 7 Agustus 2026, setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bertemu.
Dalam pernyataan bersama, ketiga negara menyebut pakta tersebut bertujuan untuk "memperkuat pencegahan kolektif terhadap setiap tindakan agresi" serta meningkatkan kerja sama pertahanan dalam berbagai aspek.
Bagi Arab Saudi, kesepakatan tersebut memberikan tambahan kerja sama keamanan di luar kemitraannya dengan Amerika Serikat. Riyadh menghadapi kekhawatiran akibat perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Timur Tengah Kembali Panas, Iran Klaim Serang Target Militer AS Usai Pemakaman Khamenei
Melansir CNN Indonesia Selasa (18/8/2026), situasi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap Arab Saudi dan negara-negara lain di kawasan Teluk. Riyadh juga menghadapi berbagai potensi ancaman dari sejumlah arah.
Arab Saudi diketahui menghadapi ancaman dari kelompok milisi di Yaman hingga kelompok bersenjata yang berada di Irak. Kondisi tersebut mendorong Riyadh memperkuat kerja sama pertahanan dengan negara lain.
Selain itu, Iran sebelumnya mengancam akan menargetkan fasilitas energi negara-negara Arab apabila Amerika Serikat menyerang fasilitas serupa di Iran.
Ancaman terhadap fasilitas energi menjadi perhatian negara-negara Teluk karena kawasan tersebut memiliki sejumlah infrastruktur energi strategis. Serangan terhadap fasilitas tersebut berpotensi mengganggu keamanan kawasan.
Pakistan dan Turki juga memiliki kepentingan masing-masing untuk mencegah konflik Timur Tengah semakin meluas.
Pakistan berbatasan langsung dengan Iran. Negara tersebut juga memiliki populasi Syiah yang cukup besar sehingga perkembangan konflik di kawasan dapat memberikan dampak terhadap kondisi keamanan dalam negerinya.
Sementara itu, Turki menghadapi persoalan keamanan terkait kelompok separatis Kurdi. Ankara juga berkepentingan menjaga agar konflik di kawasan tidak berkembang menjadi persoalan keamanan yang lebih luas.
Baca Juga: Kesepakatan Damai Iran-AS Buyar Gegara Ulah Israel Terus Gempur Lebanon
Kerja sama pertahanan dengan Arab Saudi kemudian menjadi bagian dari upaya Pakistan dan Turki memperkuat koordinasi keamanan sekaligus menghadapi potensi ancaman di kawasan.
Pakta tersebut membuat ketiga negara memiliki mekanisme pertahanan bersama. Prinsip utamanya adalah serangan terhadap satu anggota dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Bagi Arab Saudi, keterlibatan Pakistan dan Turki memperluas jaringan kerja sama pertahanannya. Sementara bagi Pakistan dan Turki, kesepakatan tersebut memperkuat hubungan keamanan dengan salah satu negara penting di kawasan Teluk.
Dengan pakta tersebut, Arab Saudi, Pakistan, dan Turki berupaya meningkatkan koordinasi pertahanan serta membangun pencegahan kolektif terhadap kemungkinan agresi yang mengancam salah satu anggota. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS