El Nino Picu Kebakaran Lahan pada 8 Lokasi di Baubau

Elfinasari, telisik indonesia
Senin, 17 Agustus 2026
0 dilihat
El Nino Picu Kebakaran Lahan pada 8 Lokasi di Baubau
Petugas Pemadam Kebakaran dari Unit Damkar Kota Baubau saat memadamkan kobaran api di lahan yang terbakar. Foto: Ist.

" Fenomena El Nino yang memicu kondisi kemarau panjang mulai meningkatkan risiko kebakaran lahan di Kota Baubau "

BAUBAU, TELISIK.ID - Fenomena El Nino yang memicu kondisi kemarau panjang mulai meningkatkan risiko kebakaran lahan di Kota Baubau.

Setelah lima kejadian kebakaran lahan terjadi pada Sabtu (15/8/2026), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Baubau kembali menangani tiga kejadian kebakaran lahan pada Senin (17/8/2026).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, mengatakan kondisi cuaca yang kering membuat vegetasi dan material mudah terbakar sehingga potensi kebakaran semakin tinggi.

Ia menjelaskan, pada Sabtu (15/8/2026), pihaknya menangani lima kejadian kebakaran di sejumlah wilayah Kota Baubau, yakni penampungan sampah di Lorong Kembang, Kecamatan Murhum; lahan di Baadia, Kecamatan Murhum; depan Kantor Bappeda di Palagimata; sekitar Rumah Makan Cobek, Kelurahan Kadolo, Kecamatan Kokalukuna; serta lahan di belakang STM Baubau, Kelurahan Lipu.

Baca Juga: Lindungi Pekerja, Bupati Wakatobi Serahkan Santunan JKM di HUT ke-81 RI

Sementara pada Senin (17/8/2026), Damkar kembali menerima laporan tiga kejadian kebakaran lahan, masing-masing di Jalan Raya Palagimata, Baadia; Perumahan Bukit Sari, Kadolomoko; serta Simpang Tiga Palabusa, Kecamatan Lea-Lea.

Untuk menangani kebakaran di Jalan Raya Palagimata, Damkar mengerahkan dua unit mobil pemadam dengan enam personel. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 20 x 15 meter persegi.

Selanjutnya, kebakaran lahan di Perumahan Bukit Sari, Kelurahan Kadolomoko, ditangani satu unit mobil Wolio dengan lima personel. Area yang terdampak diperkirakan seluas 30 x 50 meter persegi.

Sedangkan kebakaran di Simpang Tiga Palabusa, Kecamatan Lea-Lea, ditangani satu unit mobil Posko Bungi dengan empat personel. Luas area yang terdampak sekitar 5 x 10 meter persegi.

La Ode Ali Hasan mengatakan, dari kejadian yang ditangani pada Senin tersebut, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok serta aktivitas pembakaran lahan.

Menurutnya, kondisi kemarau panjang membuat lahan, rerumputan, daun, dan material kering lainnya lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

"Dalam penanganan di lapangan, dukungan relawan pemadam kebakaran di masing-masing kelurahan turut membantu mempercepat proses penanganan dan pemadaman api," jelasnya kepada telisik.id, Senin (17/8/2026).

Ia mengimbau masyarakat tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok, terutama saat berkendara, serta membersihkan semak dan material yang mudah terbakar di sekitar rumah.

Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas ke permukiman maupun fasilitas umum.

Baca Juga: TPP ASN Wakatobi Dipangkas 50 Persen, Gaji Honorer Ikut Dipotong

"Dari tiga kejadian kebakaran lahan hari ini, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan," tutupnya.

Sementara itu, salah seorang warga Baubau, Nathania, mengaku melihat kebakaran lahan saat mengendarai sepeda motor di sekitar kawasan Palagimata.

Menurutnya, kesiapsiagaan petugas Damkar sangat membantu dalam menangani kebakaran sehingga api tidak meluas.

"Untung ada Damkar yang siap siaga melawan si jago merah," katanya. (B)

Penulis: Elfinasari

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga