Sekda Konawe Beberkan Indikator Desa Linonggasay hingga Layak Raih Predikat Terbaik

Aris Syam

Reporter

Jumat, 08 Juli 2022  /  12:51 pm

Sekda Konawe Ferdinan Sapan saat menyambut kedatangan ketua tim penilai lomba desa dan kelurahan tingkat Provinsi Sultra. Foto: Aris Syam/Telisik

KONAWE, TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe melalui Sekretaris Daerah Ferdinan Sapan membeberkan sejumlah indikator penting dari Desa Linonggasay kepada tim penilai hingga layak mendapatkan predikat terbaik.

Sejumlah indikator penting tersebut disampaikan saat Pemda Konawe dikunjungi oleh tim penilai Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang diketuai Laode Paliawaludin, bertempat di balai Desa Linonggasay, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kamis (7/7/2022).

Sekda Konawe Ferdinan Sapan mengatakan, kemajuan suatu daerah yang ada di kabupaten sangat tergantung dari kemajuan desa-desa yang ada pada daerah tersebut.

Dengan demikian, lanjut Ferdinan, sangat dibutuhkan dukungan dari seluruh komponen yang ada di desa, agar komitmen pemerintah dalam memajukan pembangunan dari hulu ke hilir itu akan berdampak secara signifikan.

Olehnya itu, melalui pelaksanaan perlombaan desa dan kelurahan ini, Ferdinan mengharapkan agar semua komponen masyarakat dari semua unsur yang ada di desa dapat membaur dan melibatkan diri.

Upacara Kalosara saat penyambutan tim penilai lomba desa dan kelurahan. Foto: Aris Syam/Telisik

 

"Sehingga kita bisa melihat tingkat kemajuan dan partisipasi masyarakat secara utuh, dan bisa mencerminkan keseharian desa tersebut saat penilaian lomba desa ini berlangsung," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkab Muna Barat Siapkan Hewan Kurban Bebas PMK dan Lokasi Salat Idul Adha

Lebih lanjut, di hadapan tim penilai, Jenderal ASN Konawe itu menjelaskan beberapa indikator penting yang ada di Desa Linonggasay sehingga layak untuk mendapatkan predikat terbaik dalam lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sekda Konawe Ferdinan Sapan saat membuka kegiatan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan. Foto: Aris Syam/Telisik

 

Salah satunya terkait dengan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan di desa, pertama, bidang pendidikan, yakni dalam peningkatan sarana pendidikan berupa PAUD secara swadaya, kedua, bidang kesehatan masyarakat diwujudkan dengan keberadaan sembilan posyandu.

"Kebersihan dalam penyediaan fasilitas pipa air bersih dan peningkatan pengelolaan sampah, khususnya organik dan telah mendeklarasikan sebagai desa stop buang besar sembarangan," imbuhnya.

Selanjutnya, indikator ketiga terkait stabilitas keamanan dan ketertiban yang diindikasikan dengan tidak adanya konflik di antara warga masyarakat serta tidak adanya tindak kejahatan yang terjadi, karena partisipasi masyarakat dalam pengamanan ditandai dengan keberadaan poskamling.

Keempat, partisipasi masyarakat diwujudkan dengan pembangunan sarana dan prasarana desa, kemudian kelima, pemerintah dapat mewujudkan sinergitas antara pemerintahan desa dan masyarakat desa berupa peningkatan perencanaan pembangunan di tingkat desa.

Foto bersama Sekda Konawe Ferdinan Sapan dan ketua tim penilai Laode Paliawaludin bersama Karang Karuna Desa Linonggasay. Foto: Aris Syam/ Telisik

 

"Dan terakhir, tingginya keterlibatan kaum perempuan dalam pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga," jelasnya.

Baca Juga: Menang 11 Suara, Nur Rahman Umar Berpeluang Pimpin Partai Demokrat Kolaka Utara

Ferdinan juga menambahkan, selain indikator yang telah disebutkan itu, di Desa Linonggasay juga telah telah dilaksanakan pembinaan dan pelestarian budaya tradisional karena banyak kesenian tradisional yang tetap eksis di wilayah tersebut.

Terkahir Ferdinan pun menyampaikan, bahwa dengan  beberapa indikator yang telah disebutkan tersebut, pihaknya memiliki keyakinan kepada seluruh anggota tim penilai agar sependapat dengan penilaian kinerja Desa Linonggasay dan tentunya bisa mendapatkan predikat terbaik.

"Dan lomba ini juga dapat memberikan warna tersendiri dan motivasi bagi desa ini sendiri maupun desa -desa disekitarnya," pungkasnya. (C-Adv)

Penulis: Aris Syam

Editor: Haerani Hambali