Sektor Pertanian Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kolaka Utara 2 Tahun Terakhir

Muh. Risal H

Reporter Kolaka Utara

Jumat, 07 April 2023  /  3:25 pm

Produksi padi sawah di Kecamatan Wawo usai panen raya beberapa waktu lalu. Foto: Diskominfo Kolaka Utara

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Sektor pertanian dalam arti luas yakni perkebunan, perikanan, dan kehutanan masih menjadi sektor utama pendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara dua tahun terakhir.  

Bahkan sektor itu jadi penyokong utama pertumbuhan ekonomi saat pandemi COVID-19 memporak-porandakan pertumbuhan ekonomi di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara tahun 2021 silam.

Data BPS Kolaka Utara menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Kolaka Utara kala itu hanya 0,4 persen. Meski demikian, Kolaka Utara masih beruntung karena masih positif walaupun melambat.

Baca Juga: Rp 15,8 Miliar THR ASN dan P3K Kolaka Utara Cair Pekan Depan

Di banding daerah lain di Sulawesi Tenggara yang hanya mengandalkan sektor industri dan perdagangan pertumbuhan ekonominya minus akibat kegiatan ekonomi yang tidak berjalan maksimal.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara tahun ini tetap menjaga ritme pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian dengan tetap mengalokasi anggaran sama seperti tahun sebelumnya.

"Program-program pada sektor pertanian dalam arti luas tetap berjalan, anggaran pun kurang lebih hampir sama dengan tahun sebelumnya," kata Asisten I Sekda Kolaka Utara, Muchlis Bachtiar, Jumat (7/4/2023).

Termasuk program revitalisasi kakao, juga masih tetap berjalan sesuai rencana anggarannya tetap ada hanya pengadaan bibit kakao tidak lagi diintervensi oleh APBD tetapi melalui APBN.

"Jadi tidak berhenti anggarannya tetap ada dan semua berjalan normatif, meski saat ini pemerintah daerah memiliki upaya besar untuk melirik sektor investasi atau industri smelter," terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kolaka Utara, Sidik menuturkan, pertumbuhan ekonomi Kolaka Utara tahun lalu sebesar 3,08 persen. Hampir 50 persen pertumbuhan ekonomi di Kolaka Utara disumbangkan oleh pertanian.

"Kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 39,44 persen," urainya.

Sektor ini berada di urutan pertama penopang pertumbuhan ekonomi Kolaka Utara dan itu membawa uang banyak.  sehingga pembangunan di sektor tersebut harus terus digenjot dan diperhatikan.

"Sektor ini perlu digenjot dengan alokasi anggaran maksimal karena sumbangsinya cukup singnifikan di banding sektor lain," jelasnya.

Kata dia, hampir semua potensi pertanian ada di Kolaka Utara baik perkebunan, buah-buahan, hortikultura, peternakan, persawahan, perikanan, dan lain sebagainya.

"Selain kakao, sektor lain seperti sawah juga perlu mendapat perhatian mengingat saat ini hampir 85 persen kebutuhan beras Kolaka Utara dipasok dari luar. Sehingga uang yang berputar di daerah lain cukup besar," imbuhnya.

Selain pertanian, kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap pertumbuhan ekonomi Kolaka Utara berada di urutan kedua yakni 17, 81 persen. Sementara sektor konstruksi berada di urutan ketiga sebesar 16,34 persen.

"Konstruksi atau bangunan juga memberi kontribusi positif, tentu dengan adanya pembangunan baik gedung, rumah atau lainnya dapat menyerap tenaga kerja. Perdagangan juga berputar karena bahan bangunan yang ada di toko akan terbeli," pungkasnya.

Berikut 10 sektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kolaka Utara berdasarkan data BPS Kolaka Utara tahun 2022:

1. Pertanian, kehutanan, perikanan 39,44 persen.

2. Pertambangan dan penggalian 17,81 persen.

3. Konstruksi 16,34 persen.

4. Perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan motor 13,49 persen.

5. Jasa pendidikan 2,49 persen.

6. Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 2,39 persen.

7. Jasa lainnya 1,47 persen

8. Transformasi dan pergudangan 1,39 persen.

9. Real estate 1,11 persen.

10. Industri Pengelolaan 0,96 persen.

Sementara tahun 2021 sebagai berikut:

1. Pertanian, kehutanan, perikanan 40,58 persen.

2. Pertambangan dan penggalian 17,65 persen.

3. Konstruksi 15,27 persen.

Baca Juga: Pelajar Muslim di Ruteng Jadi Petugas Keamanan Prosesi Jalan Salib, Persiapan Sejak Sahur

4. Perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan motor 12,78 persen.

5. Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 2,65 persen.

6. Jasa pendidikan 2,41 persen.

7. Jasa lainnya 1,52 persen.

8. Transformasi dan pergudangan 1,39 persen.

9. Real estate 1,16 persen.

10. Industri 0,96 persen. (B)

Penulis: Muh. Risal H

Editor: Kardin 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS