Selama Belajar Online, Siswa Lebih Banyak Bermain Game
Reporter Konawe
Rabu, 04 November 2020 / 7:51 pm
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Suriyadi. Foto: Muh. Surya Putra/Telisik
KONAWE, TELISIK.ID - Masa belajar dari rumah melalui sistem dalam jaringan (Daring) dan luar jaringan (Luring) di masa pandemi COVID-19, membuat para peserta didik jenuh dan bosan.
Suasana yang membosankan ini tak ayal membuat pelajar tidak memanfaatkan waktu belajar dengan baik. Bantuan paket internet yang diberikan pemerintah melalui dana BOS untuk belajar online, malah digunakan untuk bermain game.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Suriyadi saat mendampingi Bupati Konawe menyerahkan Beasiswa untuk mahasiswa di Universitas Lakidende (Unilaki), Rabu (04/11/2020).
Kata Suriyadi, sudah banyak orang tua siswa yang mengeluhkan hal tersebut, anaknya lebih sering bermain game ketimbang belajar. Bantuan paket internet yang diberikan ini banyak yang disalahgunakan.
Baca juga: 9 November, Sekolah di Bombana Kembali Belajar Tatap Muka
"Kita maklumi hal tersebut, yang terpenting saat ini adalah keselamatan peserta didik yang harus diutamakan," harapnya.
Hingga kini, Ia menambahkan, Dinas Dikbud masih menunggu laporan terkait sekolah mana saja yang sudah dan belum mendapatkan bantuan paket data internet.
Pihaknya bersama satuan pendidikan terus berupaya melakukan formulasi yang dianggap jitu untuk mengurangi tingkat kejenuhan siswa-siswi, yakni dengan metode Luring.
Sebelumnya, saat ditanyai beberapa waktu lalu, ia menyebut, sekolah bisa melakukan proses belajar tatap muka asal telah memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan sebagai pencegahan penyebaran COVID-19. (B)
Reporter: Muh. Surya Putra
Editor: Fitrah Nugraha