Sembelit saat Puasa? Ini 5 Cara Mengatasinya

Fitrah Nugraha

Reporter

Kamis, 14 Maret 2024  /  3:50 pm

Sembelit menjadi salah satu masalah kesehatan yang seringkali dialami seseorang saat berpuasa. Foto: Repro Freepik/jcomp

KENDARI, TELISIK.ID - Salah satu masalah kesehatan yang seringkali dialami seseorang saat berpuasa di bulan Ramadan adalah sembelit atau sulit buang air besar (BAB).

Dikutip dari suara.com - jaringan Telisik.id, sebagian orang yang menjalankan ibadah puasa dalam bulan Ramadan tak jarang mengalami sembelit atau gangguan pencernaan lainnya karena ada perubahan kebiasaan makan, seperti porsi makan dan waktu makan.

Dalam berbagai kasus, sembelit saat sedang berpuasa disebabkan oleh usus besar yang terlalu banyak menyerap air dari makanan yang berada di usus besar.

Makanan yang semakin lambat bergerak lewat saluran pencernaan, maka usus besar akan semakin banyak menyerap air. Hal ini menyebabkan feses mengering, ini membuat frekuensi BAB berkurang.

Mengalami sembelit saat berpuasa tentunya membuat tidak nyaman. Kondisi tersebut bukan hanya menjadikan penderitanya jarang BAB, tapi juga memunculkan gejala tidak nyaman dan mengganggu. Misalnya perut terasa penuh, feses kering, sakit perut, dan BAB berdarah.

Olehnya itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi sembelit ini agar ibadah puasa tetap berjalan maksimal.

Melansir halodoc.com, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan selama berpuasa untuk mengatasi masalah sembelit atau sulit buang air besar:

1. Mengonsumsi lebih banyak serat

Untuk mengatasi sembelit saat berpuasa, pastikan untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat saat sahur dan berbuka. Tubuh orang dewasa memerlukan sekitar 22–34 gram serat setiap hari.

Serat secara khusus menambah jumlah tinja dan memungkinkan pergerakan usus menjadi lebih lembut. Dengan kata lain, asupan serat yang tinggi saat sahur dan berbuka dapat membantu mengatasi sembelit. 

Baca Juga: Catat, 5 Tips Puasa Bagi Pengidap Asam Lambung

Kamu bisa mendapatkan asupan serat dari makanan seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

2. Jangan makan terlalu cepat dan banyak

Untuk memastikan kesehatan pencernaan selama bulan puasa, penting untuk tidak terburu-buru dan mengonsumsi makanan secara berlebihan saat berbuka dan sahur.

Makan terlalu cepat dan dalam jumlah yang berlebihan setelah seharian berpuasa, dapat meningkatkan risiko sembelit.

Sebaiknya pilih makanan ringan dan mudah dicerna saat berbuka puasa. Contohnya seperti buah kurma dan air, yang membantu mengembalikan kadar gula darah ke kondisi normal dan mengurangi nafsu makan saat menyantap hidangan utama.

3. Minum obat sembelit

Salah satu langkah yang bisa kamu ambil untuk mengatasi sembelit adalah dengan mempertimbangkan untuk meminum obat sembelit.

Mengonsumsi obat ini sangat penting terutama jika kondisi sembelit terus berlanjut hingga beberapa hari atau bahkan minggu.

Meskipun ada pembatasan dalam mengonsumsi obat selama periode puasa, terdapat beberapa jenis obat pencahar yang tersedia dan dapat diminum sekali sehari selama jam yang diizinkan.

Dengan mengambil langkah ini, diharapkan kamu dapat mengatasi masalah sembelit dengan cara yang aman dan efektif. Jika masalah sembelit terus berlanjut atau memburuk, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran dan pengobatan yang lebih lanjut.

4. Jangan melewatkan sahur

Makan saat sahur berperan penting sebagai asupan energi dan nutrisi untuk menjalankan puasa. Melewatkan makan saat sahur dapat memperpanjang waktu puasa.

Selain itu, tidak mengonsumsi makanan pada sahur dapat menyebabkan tubuh kehilangan energi lebih cepat, meningkatkan risiko dehidrasi, serta menyebabkan sembelit.

Baca Juga: 3 Fase Demam Berdarah pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu

Dengan tidak melewati sahur, maka kamu dapat memastikan bahwa tubuhmu mendapatkan asupan energi yang cukup, untuk menjalani puasa dan terhindar dari sembelit.

5. Minum air yang cukup

Meningkatkan konsumsi serat tanpa menambahkan cairan yang cukup justru dapat menyebabkan gejala sembelit semakin parah. Maka dari itu, kamu juga perlu memastikan bahwa kamu mendapatkan asupan air yang cukup selama berpuasa.

Memenuhi kebutuhan cairan sepenuhnya saat berpuasa dapat menjadi suatu tantangan tersendiri. Untuk mengatasi masalah ini, kamu dapat minum air sepanjang malam untuk memastikan kamu tidak terdehidrasi ketika berpuasa keesokan harinya.

Kamu dapat mengecek warna urine sebagai indikasi terpenuhinya asupan cairan dalam tubuh. Urine dengan warna kuning gelap dapat menandakan bahwa kamu mengalami dehidrasi.

Dengan cara ini, kamu dapat menjaga keseimbangan pencernaan dan menghindari sembelit.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa membantu untuk mengatasi sembelit saat menjalankan ibadah puasa. Semoga bermanfaat. (C)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS