Nilai Ekspor Impor Sulawesi Tenggara Januari 2026 Menjulang Tinggi
Gede Suyana Sriski, telisik indonesia
Selasa, 03 Maret 2026
0 dilihat
Kepala BPS Sulawesi Tenggara, Hadi Susanto, saat diwawancarai awak media. Foto: Gede Suyana Sriski/Telisik
" BPS Sulawesi Tenggara, merilis sejumlah indikator strategis terkini yang menggambarkan kondisi perekonomian dan sektor-sektor utama daerah "

KENDARI, TELISIK.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara, merilis sejumlah indikator strategis terkini yang menggambarkan kondisi perekonomian dan sektor-sektor utama daerah.
Data tersebut mencakup Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai Tukar Petani (NTP), pariwisata, transportasi, ekspor impor Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026.
Data tersebut disampakan oleh Kepala BPS Sulawesi Tenggara, Hadi Susanto, dalam siaran pers yang digelar di kantor BPS Sultra, Senin (2/3/2026).
Dalam pemaparannya, Hadi Susanto mengatakan, pada Februari 2026, Sulawesi Tenggara mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,41%.
"Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kolaka dengan angka mencapai 7,77%. Secara umum, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Hadi Susanto.
Baca Juga: RUPS-LB jadi Momentum Transformasi BPR Bahteramas Kendari
Sementara itu, inflasi month to month (m-to-m) pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,65%. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga dibandingkan Januari 2026.
Di sektor pertanian, ia mengungkapkan bahwa Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara pada Februari 2026 tercatat sebesar 100,19. Angka tersebut mengalami penurunan 3,46% dibandingkan Januari 2026 yang berada pada angka 103,78.
"Penurunan NTP ini mengindikasikan daya beli petani yang melemah di banding bulan sebelumnya. Artinya, kenaikan harga yang diterima petani relatif lebih kecil dibandingkan pengeluaran yang harus mereka bayar," ungkapnya.
Dari sisi perdagangan luar negeri, mencatat nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada Januari 2026 mencapai USD314,56 juta. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 1,78 persen dibandingkan Januari 2025 yang tercatat sebesar USD309,07 juta.
"Volume ekspor Januari 2026 tercatat sebesar 232,79 ribu ton atau turun 3,42 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 241,04 ribu ton,” ujar Hadi Susanto.
Sementara itu, dari sisi impor, BPS Sulawesi Tenggara mencatat lonjakan yang cukup signifikan. Nilai impor Sultra pada Januari 2026 mencapai USD218,16 juta atau naik 148,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun volume impor Januari 2026 tercatat sebesar 338,53 ribu ton atau meningkat 33,87 persen dibandingkan Januari 2025.
“Meski impor meningkat tajam, Sulawesi Tenggara masih mengalami surplus perdagangan karena nilai ekspor lebih besar dibandingkan impor,” jelasnya.
Pada sektor transportasi, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari Sulawesi Tenggara pada Januari 2026 tercatat sebanyak 54.558 orang. Jumlah ini turun 9,67% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 60.397 orang.
Hal serupa juga terjadi pada angkutan laut domestik. Pada Januari 2026, jumlah penumpang yang berangkat tercatat 112.764 orang atau turun 9,34% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 124.385 orang.
Baca Juga: Pelaku UMKM Kendari Didorong Naik Kelas Tanpa Abaikan HKI dan Sertifikat Halal
Dari sektor pariwisata menunjukkan perlambatan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Sultra pada Januari 2026 tercatat sebesar 30,67%, turun 7,95 poin dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 38,62%.
Hadi Susanto menegaskan, kondisi awal tahun 2026 menunjukkan dinamika ekonomi yang cukup beragam, mulai dari tekanan inflasi yang masih relatif tinggi, penurunan daya beli petani, hingga perlambatan pada sektor transportasi.
"Kami berharap data ini dapat menjadi bahan evaluasi dan perumusan kebijakan oleh pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi Sulawesi Tenggara," tutupnya. (C)
Penulis: Gede Suyana Sriski
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS