Sinyal Positif Purbaya CPNS 2026 Dibuka, Pemerintah Siapkan Formasi hingga 160 Ribu Pegawai

Ahmad Jaelani

Reporter

Senin, 13 April 2026  /  9:28 am

Rencana pembukaan CPNS 2026 menguat setelah pemerintah memberi sinyal kebutuhan besar pegawai. Foto: Repro Menpan

JAKARTA, TELISIK.ID - Rencana pembukaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2026 kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah pejabat pemerintah menyampaikan sinyal positif terkait rekrutmen aparatur sipil negara.

Kondisi ini muncul setelah seleksi terakhir digelar pada 2024, sementara pada tahun berikutnya wacana pembukaan sempat beredar namun tidak direalisasikan.

Rekrutmen ASN termasuk CPNS 2026 tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Regulasi tersebut menekankan sistem meritokrasi, transparansi, serta fleksibilitas dalam pengisian jabatan.

Pemerintah juga mengarahkan kebutuhan formasi berdasarkan kondisi riil di lapangan, terutama untuk sektor pelayanan publik dan bidang teknologi yang terus berkembang.

Mengacu pada pola sebelumnya, pembukaan CPNS biasanya dilakukan pada pertengahan tahun. Hal ini memunculkan perkiraan bahwa jadwal serupa berpotensi diterapkan kembali pada 2026, meskipun hingga kini pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi pelaksanaan seleksi.

Baca Juga: Bea Cukai Buka Rekrutmen CPNS 2026 Lulusan SMA, Berikut Syaratnya

Sinyal pembukaan CPNS 2026 salah satunya disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan berencana membuka rekrutmen khusus di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebanyak 300 formasi untuk lulusan SMA.

“Jadi, kalau di (Kementerian) Keuangan sendiri, kita nggak lama. Seperti yang dibilang dulu kan, buka di Bea Cukai, 300 anak lulusan SMA,” kata Purbaya dalam diskusi media di Jakarta, seperti dikutip dari Detik, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa rencana tersebut sempat mengalami penundaan. Namun, kebutuhan tenaga teknis di lapangan mendorong percepatan pelaksanaan rekrutmen.

“Udah berapa bulan nggak jadi-jadi. Saya bilang eksekusi aja, karena saya perlu orang di Bea Cukai yang level pekerjaannya yang betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka ya yang 300 urusan SMA. Bulan depan,” ujarnya.

Selain itu, kebutuhan formasi juga disampaikan oleh Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas. Ia menyebut kementeriannya membutuhkan sekitar 900 pegawai baru dari berbagai latar belakang keilmuan, terutama di bidang teknologi dan sains.

“Saya pengen teman-teman terbaik daftar di Kementerian Hukum untuk menjadi pegawai. Saya butuh orang-orang yang bisa menguasai teknologi informasi. Saya butuh orang-orang yang ahli kimia. Saya butuh orang-orang yang ahli fisika. Saya butuh orang-orang yang ahli farmasi, biologi. Karena di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual membutuhkan Anda semua untuk berkarir di sana,” ungkapnya.

Sementara itu, MenPAN-RB, Rini Widyantini, menyampaikan bahwa pemerintah berpotensi membuka sekitar 160 ribu formasi CPNS pada 2026. Angka tersebut berasal dari kebutuhan pengisian jabatan akibat banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun.

“Mudah-mudahan, mudah-mudahan,” ujar Rini di Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: Rekrutmen 160 Ribu CPNS 2026 Lewat Terapan Zero Growth, Berikut Jadwal Resmi dan Formasi Prioritas

Ia menambahkan bahwa data kebutuhan pegawai telah dihimpun dan menjadi dasar perencanaan. “Kami sudah ada datanya, sekitar 160 ribu, begitu ya,” katanya.

Kementerian PANRB juga telah mengajukan kebutuhan anggaran kepada Kementerian Keuangan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan seleksi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan administratif sebelum pengumuman resmi disampaikan kepada publik.

Hingga saat ini, pemerintah masih melakukan proses perencanaan secara menyeluruh, termasuk penyesuaian formasi, kesiapan anggaran, serta mekanisme seleksi.

Dengan berbagai pernyataan dari sejumlah kementerian, peluang pembukaan CPNS 2026 semakin terbuka, meskipun masyarakat tetap diimbau menunggu pengumuman resmi sebagai rujukan utama.(C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS