SMAN 10 Kendari Terus Berbenah, Target Sejajar dengan Sekolah Unggulan dan Lolos PTN

Erni Yanti

Reporter

Jumat, 16 Januari 2026  /  3:55 pm

Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Kendari, La Diama saat diwawancarai di ruang kerjanya. Foto: Meli/Telisik

KENDARI, TEKISIK.ID - SMAN 10 Kendari terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak didirikan pada 2013.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah La Diama, SMAN 10 menargetkan diri sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan di daerah, baik dari sisi sarana prasarana maupun prestasi akademik dan nonakademik.

La Diama yang mulai menjabat pada 2023 menjadi kepala sekolah ke empat mengungkapkan, saat awal menjabat kondisi sekolah masih terbatas, termasuk akses jalan yang baru dibenahi pada 2024. Namun, perkembangan jumlah peserta didik menunjukkan tren positif.

"Awalnya jumlah siswa masih sedikit, sekarang sudah berkembang pesat hingga ratusan siswa. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki sekolah secara bertahap,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Hanya 3 Hari, Informa Kendari Tawarkan Cashback hingga Rp 11 Juta untuk Pembelian Furnitur

Dalam kurun waktu 3-5 tahun ke depan, La Diama menargetkan SMAN 10 sejajar dengan sekolah menengah atas lainnya. Apalagi, pada  2026 ini, Insya Allah sekolah kami akan memperoleh program bantuan revitalisasi bangunan dari Kementerian Pendidikan.

Sebagai sekolah dengan akreditasi A, SMAN 10 juga menaruh perhatian serius pada kesiapan siswa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

La Diama menegaskan, sekitar 40 persen siswa kelas XII ditargetkan mampu bersaing masuk PTN.

“Kami sudah instruksikan kepada seluruh guru, khususnya untuk kelas tiga, agar fokus penuh pada persiapan masuk PTN. Tidak ada lagi kegiatan yang mengganggu konsentrasi belajar,” tegasnya.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Sejumlah siswa SMAN 10 berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi, termasuk melalui jalur prestasi.

Di bidang nonakademik, SMA Negeri 10 juga mencatat berbagai capaian, seperti meraih juara dalam lomba LKBB yang digelar di SMA Negeri 3 serta mengoleksi sejumlah piala dari berbagai kompetisi.

Meski demikian, La Diama mengakui masih terdapat kendala, terutama terkait pembiayaan saat mengikuti perlombaan. Selama ini, partisipasi siswa dan dukungan sekolah digunakan untuk menutupi biaya pendaftaran dan kebutuhan lomba lainnya.

“Kami selalu menekankan kepada guru pembina agar tidak mematikan mimpi anak-anak. Baik di bidang akademik, olahraga, maupun seni, potensi mereka harus terus didorong,” katanya.

Baca Juga: SMK Negeri 2 Kendari Antisipasi Tawuran Antarpelajar, Ini Strategi yang Dilakukan

Dukungan pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga dirasakan cukup signifikan. Bantuan sarana prasarana, seperti ruang UKS, meja, kursi, serta pembangunan fisik sekolah, sebagian besar bersumber dari APBD.

“Tentu kami sangat bersyukur. Pemerintah provinsi terus memberi perhatian kepada SMA, termasuk SMA Negeri 10,” tambahnya.

Ke depan, ia berharap SMAN 10 terus berkembang menjadi sekolah yang aman, nyaman, dan berprestasi. Penambahan petugas keamanan juga telah dilakukan untuk menjaga ketertiban lingkungan sekolah yang cukup terbuka terhadap aktivitas masyarakat sekitar.

“Sebagai kepala sekolah tantangannya memang banyak, tapi kami tidak boleh menyerah. Kami akan terus berjuang demi masa depan sekolah dan anak-anak kami,” pungkasnya. (C)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS