adplus-dvertising

Kiosnya Ludes Terbakar di Pasar Baru, Korban Harap Bantuan

Nuhruddin, telisik indonesia
Minggu, 22 Agustus 2021
1136 dilihat
Kiosnya Ludes Terbakar di Pasar Baru, Korban Harap Bantuan
Salah seorang pemilik kios di tengah-tengah puing bangunan akibat kebakaran. Foto: Nuhruddin/Telisik

" Tak ada yang tahu kapan dan bagaimana bencana menjumpai dan menggariskan luka serta pilu dalam benak manusia "

KENDARI, TELISIK.ID - Bencana dapat menimpa siapa saja. Dalam garis besarnya, bencana selalu datang dengan membawa duka dan air mata.

Tak ada yang tahu kapan dan bagaimana bencana menjumpai dan menggariskan luka serta pilu dalam benak manusia. Perasaan inilah yang sedang menimpa salah seorang warga Kota Kendari, Ardi Bin Sakri.

Pasalnya, di tengah pelik pandemi COVID-19 dan penerapan PPKM yang membatasi kegiatan masyarakat, Ardi dan keluarga ditimpa bencana kebakaran.


Pada Minggu (22/8/2021) sekira pukul 04.00, ia mendapatkan kabar dari anaknya mengenai si jago merah yang tengah melalap habis seluruh kios dan barang-barang miliknya yang ada di kawasan Pasar Baru, Kelurahan Wawowanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

"Saat kejadian ini, sementara saya kan di luar, ada di tempat kerja. Kemudian, anak saya menelpon, kebetulan anak saya di dalam kios sama mamanya. Saya di tempat kerja, jadi begitu anak telepon saya datang sudah ludes semuanya," ujar Ardi.

Dalam pengakuannya, pekerja serabutan ini menyatakan hampir tidak ada barang-barang yang dapat diselamatkan.

"Tinggal sisa-sisa api saya dapatkan, Damkar sudah di sini sementara memadamkan. Langsung tidak ada barang diselamatkan, ijazahnya anak-anak saja, surat-surat penting, semua terbakar. Barang sembako dicampur semua barang-barang peralatan elektronik lainnya terbakar. Yang terselamat itu bajunya anak-anak yang dipakai di badannya, bahkan pakaian sekolahnya pun anak-anak terbakar semua," katanya.

Baca Juga: Kenang 40 Hari Mendiang Agista Ali Mazi, Keluarga Gelar Ritual Memberi Makan Anak Yatim

Baca Juga: Kasus COVID-19 di Kendari Sisa 400, Sempat Melambung hingga 1.120

Meski begitu, pria berumur 48 tahun itu masih tetap menunjukkan rasa syukur dalam kejadian ini.

"Karena sayakan sementara di luar, bercampur dengan rasa khawatir dengan anak-anak, apakah sempat keluar dari rumah atau bagaimana. Tapi setelah saya tiba anak-anak sudah keluar dengan ibunya. Alhamdulillah," katanya.

Untuk sementara ini, Iia beserta istri dan tiga anaknya harus berlindung ke rumah keluarganya.

"Campur sedih, kita inikan langsung tidak ada barang yang bisa diselamatkan. Harapan saya kalau dari pihak pemerintah ada membantu kita untuk selanjutnya bagaimana untuk menjalani hidup," harapnya. (A)

Reporter: Nuhruddin

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga