SMK Negeri 2 Kendari Antisipasi Tawuran Antarpelajar, Ini Strategi yang Dilakukan

Erni Yanti, telisik indonesia
Kamis, 15 Januari 2026
0 dilihat
SMK Negeri 2 Kendari Antisipasi Tawuran Antarpelajar, Ini Strategi yang Dilakukan
Pihak SMK Negeri 2 Kendari saat melakukan rapat koordinasi bersama warga dan aparat setempat untuk membahas terkait pencegahan tawuran antarpelajar, Kamis (15/1/2026). Foto: Erni Yanti/Telisik

" SMK Negeri 2 Kendari mengambil langkah preventif untuk mencegah terjadinya aksi tawuran antarpelajar dengan menggelar dialog terbuka bersama warga di sekolah "

KENDARI, TELISIK.ID - SMK Negeri 2 Kendari mengambil langkah preventif untuk mencegah terjadinya aksi tawuran antarpelajar dengan menggelar dialog terbuka bersama warga di sekolah, Kamis (15/1/2025).

Dialog ini melibatkan unsur masyarakat, pemerintah kelurahan, aparat keamanan, serta alumni sekolah, sebagai bentuk kolaborasi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Kepala RT 03 Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Mahmud, mengungkapkan keresahan warga terkait aktivitas siswa yang sering terlihat berkumpul di luar lingkungan sekolah pada jam pelajaran.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu konflik antarpelajar dan mengganggu ketertiban masyarakat.

“Kami berharap ada pengawasan bersama, karena anak-anak ini sering terlihat nongkrong di luar saat jam sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: Octo Mobile Permudah Transaksi Digital Nasabah CIMB Niaga Kendari

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMK Negeri 2 Kendari, Ahmad Mustapa, menjelaskan bahwa dialog yang diadakan merupakan rapat koordinasi yang melibatkan RT dan RW dari Kelurahan Bende dan Kelurahan Kadia, lurah setempat, Babinsa, unsur keamanan, serta pengurus Ikatan Alumni SMK (XSTM).

“Tujuan utama rapat ini adalah membangun kerja sama yang kuat antara sekolah dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, baik di lingkungan sekolah maupun di sekitar pemukiman warga,” kata Ahmad Mustapa.

Ia mengungkapkan, salah satu kesepakatan penting dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan grup WhatsApp sebagai media komunikasi bersama.

Grup ini akan digunakan untuk saling berbagi informasi, terutama jika ada siswa SMK Negeri 2 Kendari yang berada di luar sekolah saat jam belajar.

“Jika warga menemukan siswa kami berada di tempat yang tidak semestinya pada jam sekolah, informasi tersebut dapat disampaikan melalui grup, dilengkapi foto atau video sebagai bahan tindak lanjut pihak sekolah,” jelasnya.

Selain itu, disepakati pula langkah penindakan tegas bagi siswa yang berulang kali melanggar aturan, termasuk pemberian sanksi sesuai tata tertib sekolah.

Salah satu bentuk efek jera yang dibahas adalah penindakan terhadap kendaraan bermotor siswa yang disalahgunakan saat jam belajar.

Rapat juga menghasilkan kesepakatan pelaksanaan patroli bersama yang melibatkan guru, staf tata usaha, warga, serta aparat keamanan seperti kepolisian, Satpol PP, dan Babinsa.

Patroli ini bertujuan mencegah potensi tawuran serta memastikan siswa berada di lingkungan sekolah saat jam belajar.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Mustapa juga menyampaikan rencana pembenahan lingkungan sekitar sekolah, termasuk penataan tempat sampah yang berada di luar area sekolah.

Menurutnya, kondisi sekolah sudah bersih, namun lingkungan luar perlu dibenahi bersama agar tidak mengganggu kenyamanan.

SMK Negeri 2 Kendari juga menyatakan kesiapan terlibat aktif dalam kegiatan bakti sosial di tingkat kelurahan dan RT.

Sekolah akan membentuk Tim Peduli Lingkungan yang melibatkan siswa dan guru sebagai bentuk pendidikan karakter dan kepedulian sosial.

Baca Juga: Anak Muda Ini Sukses Bangun Usaha Rental PlayStation di Kota Kendari

“Kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan sekolah benar-benar menjadi bagian dari masyarakat, sekaligus menanamkan nilai gotong royong kepada siswa,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, turut dibahas penertiban mantan siswa yang masih menggunakan atribut SMK Negeri 2 Kendari dan berpotensi mencoreng nama baik sekolah.

Pihak sekolah menegaskan akan berkoordinasi dengan orang tua dan aparat keamanan jika ditemukan penyalahgunaan identitas sekolah.

Sementara itu, untuk siswa yang kedapatan nongkrong saat jam belajar, sekolah akan melakukan penjemputan, menerapkan sanksi sesuai aturan, serta memanggil orang tua.

SMK Negeri 2 Kendari juga telah memiliki aplikasi kedisiplinan siswa yang terhubung langsung dengan orang tua, wali kelas, dan pihak sekolah.

“Setiap pelanggaran akan tercatat dan langsung diketahui orang tua. Dengan cara ini, kami berharap pengawasan terhadap anak-anak bisa lebih maksimal,” pungkas Ahmad Mustapa. (B-Adv)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga