SNT 15 Buton Tengah Resmi Beroperasi, 80 Siswa Angkatan Pertama Mulai Jalani MPLS
Reporter
Selasa, 11 Agustus 2026 / 5:26 pm
Bupati Buton Tengah, Azhari, bersama Kepala BPMP Sultra, Kepala SNT 15, dan perwakilan siswa angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 15 Buton Tengah usai upacara pembukaan MPLS, Senin (10/8/2026). Foto: Ist.
BUTON TENGAH, TELISIK.ID - Sebanyak 80 peserta didik angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 15 Buton Tengah resmi memulai perjalanan pendidikan mereka melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, Senin (10/8/2026) pagi.
Kehadiran SNT 15 menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Buton Tengah, yang dipercaya menjadi salah satu dari 17 daerah di Indonesia dalam menyelenggarakan SNT tahap awal guna memperluas akses layanan pendidikan berkualitas hingga ke daerah.
Pelaksanaan MPLS SNT 15 Buton Tengah ini merupakan bagian dari pembukaan MPLS serentak 17 SNT se-Indonesia yang digelar secara hybrid.
Kegiatan tingkat nasional tersebut dipusatkan di SNT 7 Bogor, Jawa Barat, dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, serta Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman.
Di tingkat daerah, kegiatan MPLS dipusatkan di Kampus B Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Desa Wakambangura, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah.
Baca Juga: Muna Dapat Tambahan Anggaran Transfer dari Pemerintah Pusat Rp 137 Miliar
Lokasi ini digunakan sebagai tempat pembelajaran sementara SNT 15 Buton Tengah sembari menunggu penyelesaian pembangunan gedung sekolah permanen.
Adapun 80 peserta didik yang mengikuti MPLS perdana tersebut merupakan putra-putri daerah asli Kabupaten Buton Tengah. Jumlah tersebut terdiri atas 40 siswa jenjang SMP dan 40 siswa jenjang SMA.
Hari pertama MPLS diawali dengan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si., selaku pembina upacara.
Turut hadir jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Buton Tengah, di antaranya dari Sekretariat Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan, hingga Biro SDM.
Dalam keterangan tertulisnya, Bupati Buton Tengah, Azhari, menyampaikan harapan besar agar SNT 15 Buton Tengah mampu mencetak generasi masa depan yang sukses dan berdaya saing global.
Menurutnya, para siswa yang terpilih merupakan anak-anak pilihan yang memikul tanggung jawab besar untuk terus menunjukkan prestasi.
"Anak-anak Buton Tengah harus menjadi surya, menjadi cahaya Buton Tengah," ujar Azhari dalam amanat tertulisnya.
Selain menekankan pencapaian akademik dan harapan agar para alumni dapat melanjutkan ke sekolah kedinasan maupun perguruan tinggi terbaik, Azhari juga mengingatkan pentingnya penguatan karakter melalui nilai keimanan, kedisiplinan, dan akhlak mulia.
Kelancaran dan mutu pelaksanaan MPLS SNT 15 Buton Tengah ini turut dikawal langsung oleh Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Junaiddin Pagala, S.T., M.T., bersama tim BPMP Sultra.
Dalam keterangan tertulisnya, Junaiddin berharap SNT 15 dapat tumbuh menjadi pusat keunggulan (center of excellence) pendidikan di wilayah tersebut.
"Semoga SNT 15 Buton Tengah dapat melahirkan generasi masa depan yang berprestasi, membanggakan, dan menjadi pemimpin masa depan yang lahir dari Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara," tulis Junaiddin.
Pelaksanaan MPLS hari pertama semakin semarak dengan hadirnya dua figur muda berprestasi Sultra, yaitu Ihqwa Abil A. (Duta SMA 2025) dan Fasya Indira Kirsya Aurellia (Duta Pariwisata Sultra 2026), yang bertindak sebagai pewara sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa baru.
Sementara itu, Kepala SNT 15 Buton Tengah, Meijody Maxi Umboh, S.Pd., menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan bermutu yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.
Meijody, yang berasal dari Sulawesi Utara, memimpin SNT 15 bersama para tenaga pendamping pembelajaran (TPP) yang seluruhnya telah melewati proses seleksi ketat.
Hadirnya para siswa yang didampingi orang tua masing-masing di hari pertama MPLS menaruh harapan besar agar anak-anak di daerah dapat memperoleh kesetaraan kualitas pendidikan seperti di kota-kota besar. (D-Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS