Sosok Penerus Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Kepala Sudah Diincar Tentara Netanyahu

Ahmad Jaelani

Reporter

Rabu, 11 Maret 2026  /  10:57 am

Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran memicu ancaman langsung dari militer Israel. Foto: Repro Britanica

TEHERAN, TELISIK.ID - Situasi kawasan Timur Tengah memanas setelah kematian pemimpin tertinggi Iran sebelumnya dalam rangkaian serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.

Perkembangan tersebut memicu dinamika politik baru di Teheran, termasuk proses penunjukan pemimpin tertinggi Iran yang baru.

Majelis Pakar Iran, lembaga ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih pemimpin tertinggi, mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei ditetapkan sebagai penerus. Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses pertimbangan selama sekitar satu pekan sejak wafatnya Ali Khamenei.

Penunjukan Mojtaba Khamenei langsung menjadi perhatian internasional. Di tengah proses tersebut, militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) menyampaikan pernyataan yang berisi ancaman terhadap siapa pun yang akan memimpin Iran setelah pergantian kepemimpinan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan melalui akun resmi IDF berbahasa Farsi. Dalam pernyataan tersebut, militer Israel menegaskan akan terus memburu pihak-pihak yang terlibat dalam proses penunjukan pemimpin baru Iran.

"Tangan Negara Israel akan terus mengejar setiap penerus dan setiap orang yang terlibat dalam pengangkatannya," tulis IDF dalam pernyataan tersebut, seperti dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: Iran dan Amerika Saling Klaim Rudal Balistiknya Gunakan AI untuk Target Presisi

Ancaman tersebut juga mencakup para ulama yang terlibat dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi Iran. IDF menegaskan bahwa mereka tidak akan ragu menargetkan pihak yang terlibat dalam proses tersebut.

"Kami tidak akan ragu untuk menargetkan mereka yang terlibat dalam proses ini," lanjut pernyataan itu.

Penunjukan Mojtaba Khamenei dilakukan oleh Majelis Pakar, lembaga ulama yang memiliki mandat untuk menentukan pemimpin tertinggi Iran. Lembaga tersebut terdiri dari para ulama senior yang memiliki kewenangan dalam sistem politik Republik Islam Iran.

Proses penunjukan tersebut berlangsung di tengah situasi keamanan yang meningkat. Sebelumnya, Israel dilaporkan melakukan serangan terhadap sejumlah lokasi yang dianggap berkaitan dengan struktur kekuasaan Iran.

Salah satu target yang dilaporkan diserang adalah markas Majelis Pakar yang berada di kota suci Qom. Serangan tersebut disebut tidak berhasil menggagalkan proses pemilihan pemimpin tertinggi yang baru.

Pejabat keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani, menyampaikan bahwa penunjukan Mojtaba Khamenei menunjukkan stabilitas politik Iran tetap terjaga meskipun terjadi tekanan dari luar.

Ia menyebut strategi yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel untuk memanfaatkan kematian Ali Khamenei guna memicu instabilitas politik tidak berjalan sesuai rencana.

Di sisi lain, perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah juga berkaitan dengan pernyataan para pemimpin negara yang terlibat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyampaikan bahwa perubahan rezim di Iran menjadi salah satu tujuan dari konflik yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Status TNI Siaga Satu dari Konflik Iran dan Amerika-Israel, Berikut Penjelasan 7 Isi Telegram Panglima

Pernyataan serupa juga datang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyatakan sikap keras terhadap kepemimpinan Iran. Dalam sejumlah kesempatan, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan terus mengambil langkah untuk menghadapi ancaman dari Iran.

Trump bahkan disebut menuntut penyerahan tanpa syarat dari Iran dalam situasi konflik yang sedang berlangsung. Pernyataan tersebut menambah ketegangan diplomatik di kawasan.

Perkembangan politik di Iran dan ancaman yang disampaikan oleh militer Israel menunjukkan bahwa dinamika konflik di Timur Tengah masih terus berlangsung. Pergantian kepemimpinan di Iran kini menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian berbagai pihak di tengah situasi keamanan kawasan yang belum stabil. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS