KKP Buka Rekrutmen 20 Ribu Lowongan Awak Kapal, Berikut Syarat dan Tahapannya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 02 Mei 2026
0 dilihat
KKP membuka rekrutmen 20 ribu awak kapal untuk dukung modernisasi armada perikanan nasional hingga 2028. Foto: Repro KKP
" Pemerintah kembali membuka peluang kerja besar melalui sektor perikanan nasional dengan kebutuhan puluhan ribu awak kapal untuk mendukung program modernisasi armada hingga 2028 "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah kembali membuka peluang kerja besar melalui sektor perikanan nasional dengan kebutuhan puluhan ribu awak kapal untuk mendukung program modernisasi armada hingga 2028.
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka rekrutmen besar-besaran di sektor maritim. Sekitar 20 ribu awak kapal perikanan dibutuhkan untuk mendukung program modernisasi 1.582 kapal nasional yang ditargetkan rampung hingga tahun 2028.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menjelaskan bahwa kebutuhan tersebut merupakan bagian dari transformasi sistem perikanan tangkap nasional.
“Untuk implementasi program ini membutuhkan lebih kurang 20 ribu awak kapal perikanan untuk mengoperasionalkan kapal dan berdampak langsung pada pelibatan lebih dari 500 ribu tenaga kerja dalam ekosistemnya,” ujarnya, seperti dilansir dari Kompas, Sabtu (2/5/2026).
Data KKP mencatat total kebutuhan awak kapal mencapai 20.094 personel. Kebutuhan ini disusun berdasarkan ukuran kapal serta struktur jabatan operasional di masing-masing armada yang akan dibangun secara bertahap.
Berikut rincian kebutuhan awak kapal berdasarkan ukuran kapal:
1. Kapal 30 GT: sekitar 10.000 personel
2. Kapal 200 GT: 9.469 personel
3. Kapal 500 GT: 625 personel
Baca Juga: Awal Mei 2026 APBN Sudah Defisit Rp 240 Triliun, Begini Penjelasannya
Sementara itu, kebutuhan berdasarkan jabatan terdiri dari:
1. Nakhoda: 1.582 orang
2. Fishing master: 577 orang
3. Kepala kamar mesin: 1.582 orang
4. Perwira: 4.935 orang
5. Anak buah kapal: 11.418 orang
Latif menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja ini diharapkan dapat diisi oleh lulusan sekolah pelayaran serta politeknik perikanan dalam negeri.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membangun sistem manajemen SDM perikanan tangkap yang terintegrasi,” ujarnya.
KKP juga telah menetapkan tahapan rekrutmen yang akan dilalui oleh para pelamar. Proses ini dirancang secara berjenjang untuk memastikan kesiapan tenaga kerja sebelum ditempatkan di lapangan.
Berikut tahapan rekrutmen yang ditetapkan:
1. Pendaftaran: 4 Mei – 4 Juni 2026
2. Pengumuman hasil seleksi: 27 Juli 2026
3. Pelatihan dan sertifikasi: 3 Agustus – 30 Oktober 2026
4. Penempatan kerja: 1 November – 23 Desember 2026
Program ini tidak hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Setiap peserta akan mendapatkan pelatihan teknis, termasuk penggunaan alat tangkap ramah lingkungan serta penerapan sistem rantai dingin untuk menjaga kualitas hasil tangkapan sejak di laut.
Dalam program modernisasi tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan 1.582 kapal yang terdiri dari 1.000 kapal ukuran 30 GT, 557 kapal ukuran 200 GT, 20 kapal ukuran 500 GT, serta lima kapal pengangkut ukuran 500 GT. Seluruh kapal akan menjadi bagian dari penguatan industri perikanan nasional.
Sebanyak 1.000 kapal kecil akan terintegrasi dalam program Kampung Nelayan Merah Putih dan dikelola oleh koperasi desa. Adapun kapal berukuran besar akan mendukung operasi laut lepas bersama BUMN perikanan, yakni Agrinas Jaladri Nusantara.
Baca Juga: Deretan Penyakit Tak Ditanggung BPJS Mei 2026, Berikut Batasan Layanannya
Program ini diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 500 ribu tenaga kerja dalam ekosistem industri perikanan nasional. Jumlah tersebut bahkan berpotensi meningkat hingga 600 ribu tenaga kerja seiring berkembangnya sektor pendukung.
Selain itu, kerja sama internasional juga menjadi bagian dari penguatan program. Dalam kunjungan ke London pada 20 Januari 2026, Prabowo Subianto menyampaikan adanya kolaborasi dengan pemerintah Inggris dalam pengembangan sektor maritim nasional.
Nilai investasi yang disepakati mencapai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 91,6 triliun. Seluruh kapal direncanakan diproduksi di dalam negeri sebagai bagian dari upaya memperkuat industri maritim sekaligus mendorong penyerapan tenaga kerja nasional secara berkelanjutan. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS