Sumatera Utara Darurat dan Juara 1 Penyalahgunaan Narkoba

Reza Fahlefy

Reporter Medan

Sabtu, 29 Juli 2023  /  2:49 pm

Ketua DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting (tengah), memimpin rapat dengan para peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri. Foto: Humas DPRD Sumatera Utara

MEDAN, TELISIK.ID - Pengurus DPD PDIP dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara membahas enam isu strategis dengan Kapolda Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Isu strategis itu yang pertama, komitmen kepolisian dalam menegakkan hukum yang adil sesuai semangat presisi kepolisian. Kedua, penangan kasus-kasus begal, ketiga, penanggulan narkoba. Keempat, kesiapan dan pengamanan pelaksanaan PON tahun 2024, kelima keamanan dalam menghadapi masa-masa kampanye dan keenam pesta demokrasi tahun 2024.

Ketua DPD PDIP Sumatera Utara, Rapidin Simbolon mengaku bahwa masyarakat sudah resah dengan maraknya peredaran narkoba.

"Masyarakat sudah sangat resah dengan maraknya peredaran narkotika. Karena narkotika ini telah merusak generasi penerus bangsa, banyak efek negatif yang ditimbulkannya," kata Rapidin Simbolon, Sabtu (29/7/2023) siang.

Rapidin mengaku sudah berkomunikasi dengan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

"Saat itu, kami sudah sampaikan keresahan masyarakat dengan maraknya narkotika dan Bapak Kapolda Sumatera Utara berjanji akan menuntaskan kasus narkotika. Kami harus dukung dan kawal agar benar-benar tuntas," terangnya.

Baca Juga: Narkoba, Begal dan Mafia Tanah Marak di Sumatera Utara, Polda Didemo

Selanjutnya, Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting yang merupakan politisi PDIP, juga sudah menyampaikan keresahan masyarakat terkait dengan maraknya begal.

"Jadi, begal ini juga sangat meresahkan masyarakat. Begal ini terjadi disebabkan karena narkotika, tidak mungkin pelaku melakukan begal bukan karena pengaruh narkotika," ucapnya.

Selain itu, Baskami mengaku kasihan masyarakat yang menjadi korban kejahatan jalanan. Pedagang yang berjualan dan mengadu nasib di malam hari, pengemudi ojek online merasa cemas.

"Kecemasan masyarakat ini harus kita hilangkan. Kita harus bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam beraktivitas dan berusaha. Jangan sampai ada korban-korban yang lainnya," tambahnya.

Akar dari permasalahan begal adalah narkotika, Baskami juga mengaku prihatin dengan maraknya narkotika di Provinsi Sumatera Utara. Bahkan provinsi ini menjadi yang nomor satu penyalahgunaan narkotika.

"Iya, Provinsi Sumatera Utara juara satu paling banyak penyalahgunaan narkotika tahun 2022. Itu yang membuat kita semakin khawatir. Untuk itulah kita dorong kepolisian untuk memberantas narkoba, jangan hanya pengedar yang ditangkap. Tapi harus ditangkap bandar dan jaringannya," tuturnya.

Selain itu, Baskami juga mengajak agar seluruh lapisan masyarakat untuk berkomitmen memberantas dan mencegah peredaran gelap narkotika.

"Jadi, kami dari lembaga legislatif ini terus menyuarakan kepada masyarakat agar menolak dan jangan sentuh dan jangan gunakan narkotika. Kami juga berpesan kepada orang tua untuk mengawasi anak anaknya. Jangan sampai anak-anaknya menjadi pemakai narkoba. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anaknya," terangnya.

Baca Juga: Diduga Anak Bawah Umur Konsumsi Narkoba di Medan, Polisi Tindak Tegas Kenakalan Remaja

Kapolda Sumatera Utara mengaku akan menuntaskan kasus yang meresahkan masyarakat. Terutama begal dan narkotika.

"Jika ada anggota yang bermain-main dengan narkotika. Akan saya tindak tegas. Untuk kasus begal, saya bersama dengan jajaran akan saling bersinergi bersama pemerintah daerah untuk mengatasinya," ucapnya.

Jenderal bintang dua ini juga mengaku, segala persoalan harus dituntaskan. Termasuk menghadapi pemilu dan PON tahun 2024 mendatang.

"Saya dan seluruh jajaran kepolisian di Sumatera Utara akan terus berkoordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan itu, terutama menghadapi pemilu, begal dan narkoba," terangnya. (A)

Penulis: Reza Fahlefy

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS