Unik: Kafe di Jepang Ini Jadi Tempat Orang-orang yang Sedang Murung

Merdiyanto

Content Creator

Minggu, 06 September 2026  /  9:00 pm

Berbeda dari kafe pada umumnya, Negative Cafe and Bar Mori Ouchi di Tokyo, Jepang, dirancang untuk orang-orang yang sedang memiliki pikiran negatif. Foto: Repro Unsplash

TOKYO, TELISIK.ID - Berbeda dari tempat nongkrong pada umumnya, Negative Cafe and Bar Mori Ouchi di Tokyo, Jepang, menghadirkan konsep unik.

Kafe ini dirancang khusus sebagai wadah bagi orang-orang yang sedang pesimis, menghadapi masa sulit, atau sekadar ingin melepaskan pikiran negatif.

Mengusung konsep yang secara terbuka menyambut orang-orang bermood murung dan berpikiran pesimis, kafe di kawasan Shimokitazawa, Tokyo, ini sempat mencuri perhatian publik.

Ide mendirikan kafe ini berawal dari pengalaman sang pemilik yang pernah berjuang melawan depresi.

Mengutip Forbes, Minggu (6/9/2026), meski gagasannya sudah ada sejak lebih dari sedekade lalu, kafe ini baru terealisasi pada 2020 di tengah pandemi Covid-19. Dibanding memaksa pengunjung untuk selalu positif, kafe ini justru memberi ruang bagi mereka untuk menjadi diri sendiri.

Baca Juga: Unik: Pria Ini Punya Kuku Terpanjang di Dunia, 66 Tahun Tak Dipotong

Bagi pemilik Mori Ouchi, berpikiran negatif tak selamanya buruk. Menurutnya, orang-orang yang pesimis justru cenderung lebih pendiam dan berhati-hati dalam bersikap.

Karena itu, ia merasa perlu ada tempat nyaman bagi mereka untuk bersantai tanpa harus berpura-pura bahagia. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama Mori Ouchi.

Kafe ini ingin menghadirkan suasana yang berbeda dari lingkungan sosial yang sering menuntut seseorang untuk selalu terlihat positif.

Mori Ouchi dirancang sebagai tempat melepas penat dan kekesalan tanpa tekanan untuk berpura-pura bahagia.

Dengan dekorasi bernuansa hutan, Mori Ouchi menghadirkan suasana yang dirancang khusus agar pengunjung merasa lebih tenang dan nyaman

Kafe ini menyediakan bilik-bilik pribadi agar pengunjung bisa menikmati waktu dengan leluasa. Uniknya, Mori Ouchi memiliki aturan khusus perempuan boleh datang sendirian, sementara laki-laki wajib didampingi pengunjung perempuan. Aturan unik inilah yang membedakannya dari kafe biasa.

Keunikan lainnya, pengunjung membebaskan diri untuk membawa makanan dari luar, dilansir dari Kompas, Minggu (6/9/2026).

Meski mengizinkan makanan luar, setiap pengunjung tetap wajib memesan minimal satu minuman. Kafe ini mengenakan biaya masuk sekitar 20 yen (Rp 2.300) per tiga menit.

Uniknya, biaya ini bisa dipotong lewat pesanan menu tiap pembelian 300 yen (Rp 33.900) memberi diskon 100 yen (Rp 11.300). Lewat sistem ini, pengunjung tak sekadar membeli sajian, tetapi juga menyewa ruang pribadi untuk bersantai.

Baca Juga: Unik: Suku Matis di Amazon Brasil Mampu Menangkap Belut Listrik dengan Tangan Kosong

Tak cuma konsep tempatnya yang unik, menu minuman di Mori Ouchi juga punya daya tarik tersendiri. Kafe ini menyajikan beragam koktail bernama super panjang yang mirip potongan curhat pribadi—mulai dari kisah hidup, dinamika keluarga, hingga kejadian aneh.

“Pada Hari Ulang Tahunku, Ibuku Mengirimkan Melon dari Pedesaan, dan Aku Tak Tulus Memberitahunya Bahwa Aku Tak Terlalu Suka Melon Lagi.”

“Satu-satunya Hal Baik Tentang Ayahku Adalah Bahwa Dia Orang yang Tulus, Tetapi 22 Tahun yang Lalu Dia Tiba-tiba Menghilang, Meninggalkan Surat yang Bertuliskan 'Pegasus Itu Nyata.”

“Kemarin, Aku Mengubur Boneka Kokeshi Terkutuk Jauh di Hutan Pegunungan, Tetapi Ketika Aku Bangun Pagi Ini, Boneka Itu Sudah Kembali di Rakku.”

Nama-nama minuman yang tak biasa ini makin mempertegas karakter khas Mori Ouchi sebagai kafe yang beda dari yang lain. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS