adplus-dvertising

3 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat

Haerani Hambali, telisik indonesia
Jumat, 03 Juni 2022
492 dilihat
3 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat
Disunnahkan membaca surat Al-Kahfi di hari Jumat, banyak keutamaan dan manfaatnya. Foto: Repro nuraddini.blogspot.com

" Membaca surat Al-Kahfi di hari atau malam Jumat lebih diutamakan bahkan dianjurkan pembacaannya oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam "

KENDARI, TELISIK.ID - Terdapat banyak sekali keutamaan ibadah yang dikerjakan pada hari Jumat, salah satunya adalah membaca Surat Al Kahfi.

Surat Al Kahfi merupakan surat ke-18 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 110 ayat. Surat ini merupakan surat Makkiyah atau surat yang diturunkan pada periode Makkah. Surat ini merupakan bagian penengah antara juz 15-16. Karena ayat-ayatnya berada di akhir dari juz 15 sampai di awal juz 16.

Terdapat sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ad-Daruquthni dan Imam Baihaqi, “Man qara-a suratal-kahfi fil-yaumil-jumati adhaa-a lahu minannuri maa bainal-jum’ataini,”.


“Barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, niscaya Allah menyinarinya dengan cahaya selama antara dua Jumat,”. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqi.

Dilansir Republika.co.id dari El-Balad News, para ahli fikih menyatakan bahwa diperbolehkan bagi umat Muslim untuk membaca surat Al Kahfi setelah matahari terbenam pada hari Kamis, atau malam Jumat.

Mengutip mui.or.id, terkait pahala membaca Al-Qur’an secara umum, terdapat sejumlah riwayat yang menyebutkan keutamaan membaca Al-Qur’an.

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR Tirmidzi).

Sementara itu, memang tidak ada ketentuan yang secara khusus membatasai membaca Al-Qur’an pada malam hari maupun siang hari, pada Senin maupun Ahad. Namun, beberapa surat dalam Al-Qur’an memiliki keutamaannya masing-masing yang terkait dengan momentum tertentu.

Baca Juga: Meninggal karena Tenggelam, Benarkah Mati Syahid?

Surat Al Kahfi misalnya, dianjurkan untuk dibaca pada setiap Jumat. Namun kebanyakan masyarakat lebih mengenal pembacaan surat Yaasin pada malam Jumat atau hari Jumat.

Surat Al-Kahfi inilah yang lebih diutamakan bahkan dianjurkan pembacaannya oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Ada beberapa keutamaan membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Terhindar dari fitnah Dajjal

Dari Abu Darda, Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR Ibnu Hibban).

Selain itu, di dalam kitab Al-Mukhtarah karya Al-Hafiz Ad-Diyaul Maqdisi disebutkan dari Abdullah ibnu Mus’ab, dari Manzur ibnu Zaid ibnu Khalid Al-Juhani, dari Ali ibnul Husain, dari ayahnya, dari Ali secara marfu’, yaitu:

“Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka ia dipelihara selama delapan hari dari segala fitnah dan jika Dajjal keluar, maka ia dipelihara dari fitnahnya.

2. Diampuni dosa dalam dua Jumat

Baca Juga: Inilah Sumber Fitnah dan Dosa Dalam Islam

“Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, akan dibentangkan baginya cahaya mulai dari bawah telapak kakinya sampai ke langit. Cahaya itu akan memancarkan sinar baginya pada hari kiamat. Dan ia akan mendapatkan ampunan dari Allah di antara dua Jumat.” (HR Abu Bakr bin Mardawaih dari Abdullah bin Umar r.a).

3. Sebagai pengingat hari kiamat

Setiap umat Muslim seharusnya banyak mengingat akan adanya hari kiamat, karena dengan mengingat–ingat datangnya hari kiamat, maka akan menuntun kita untuk melakukan kebaikan. Hal tersebut juga dituliskan di dalam surat Al Kahfi ayat 47.

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” (C)

Penulis: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga